Ngaku Hanya Bercanda, Wiwin Kades Kabupaten Bogor Akhirnya Minta Maaf
Wiwin Komalasari menyampaikan permintaan maaf dan mengaku bahwa video yang dia buat hanya untuk senang-senang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepala desa (Kades) Kabupaten Bogor Wiwin Komalasari yang viral karena ucapannya soal nasi berkat akhirnya buka suara.
Dalam klarifikasinya itu Wiwin menjelaskan terkait maksud kata 'geli' yang dia ucapkan dalam video yang viral di media sosial.
Dia mengaku bahwa saat itu video tersebut dibuat untuk bersenang-senang dan tidak ada maksud untuk mencemooh berkat yang dia terima.
"Sebenarnya tidak ada niat menghina, melainkan seru-seruan gitu. Kita dapat makan itu kan di besek dan kita tidak makan di sana, melainkan kita dibawa, ditenteng dan seru-seruan, seneng gitu," ujar Wiwin.
"Mungkin di situ ada kata-kata geli, geli itu bukan berarti jijik, melainkan lucu gitu, saya pribadi orang Sunda jadi 'ih lucu ya kita bawa tentengan ini, bawa berkat ini, lucu banget karena memang kita mau makan-makan di parkiran'," sambungnya.
Wiwin mengaku tidak tahu bahwa video yang dia buat akan menjadi viral di media sosial. Dia juga Menjelaskan arti kata jomet yang diucapkan di video.
"Bukan untuk niatan menghina, melainkan kita buat lucu-lucuan. Di situ ada jomet, jomet itu 'kejo saemet', tidak ada unsur menghina atau melecehkan. Cuman anggapan ini saya juga tidak tahu meledak seperti ini," katanya.
Dia pun kembali menegaskan bahwa ucapannya itu merupakan bentuk kesenangannya mendapat berkat dalam acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor tersebut.
"Intinya dengan saya berbicara seperti ini, saya bicara garis besarnya itu 'geli' bukan menghina atau pun mencemooh ke tentengan itu atau ke makanan, melainkan happy, seneng. Karena memang saya juga periang," tuturnya.
Terakhir, Wiwin menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang dia perbuat dan berjanji akan memperbaiki lebih baik lagi.
"Dengan viralnya ini insyaAllah saya akan lebih hati-hati lagi, karena apa yang saya lontarkan tidak ada niatan menghina dan saya akan perbaiki lebih baik lagi, dan saya minta maaf kalau pun itu ada yang tersinggung," tandasnya.
Editor : Firda Rachmawati

