Nyaris Adu Jotos dan Diwarnai Walkout, Ada Apa dengan Musorkot KONI Kota Cimahi?
Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Cimahi 2023 yang digelar pada Sabtu 2 Desember 2023 diwarnai aksi walkout peserta dari cabang olahraga (Cabor) sepeda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Cimahi 2023 yang digelar pada Sabtu 2 Desember 2023 diwarnai aksi Walkout peserta dari cabang olahraga (Cabor) sepeda.
Tak hanya Walkout, dalam sidang pleno kedua Musorkot KONI Kota Cimahi itu juga nyaris terjadi aksi adu jotos.
"Saya Alfian salah satu peserta Musorkot KONI Kota Cimahi dari cabor sepeda atau Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Cimahi meminta kejaksaan harus turun tangan untuk mengaudit keuangan KONI Kota Cimahi," tegasnya usai Walkout dari sidang pleno kedua Musorkot KONI Kota Cimahi, Sabtu 2 Desember 2023.
Alfian menuturkan, persoalan bermula saat sidang pleno kedua tentang pembahasan tata tertib (tatib) Musorkot yang sangat krusial.
"Memang sebelumnya sudah kita baca. Tapi, saat saya mengusulkan poin demi poin, pasal demi pasal untuk membahas masalah ini. Ternyata, pasal-pasal tersebut dibenturkan dengan pasal yang lain, seperti hak kita berbicara dibatasi," tuturnya.
Alfian menilai, ada hal-hal yang sangat krusial, seperti bagaimana keputusan rapat kerja KONI Kota Cimahi dengan Musorkot hari ini mana yang statusnya lebih tinggi?.
"Kan forum tertinggi musyawarah, sementara ini semua peluang untuk dipilih dan memilih. Bahkan, diberi kesempatan oleh AD ART. Begitu kita menyampaikan usulan dengan emosional, ini forum yang harus kita hargai bersama-sama," ujarnya.
"Kita sepakati dengan terhormat. Banyak hal-hal yang lain perlu kita sikapi menyangkut soal keuangan dan segala macam," sambungnya.
Dalam hal ini, Alfian pun memohon kejaksaan dan kepolisian untuk benar-benar harus clean and clear mengaudit masalah ini.
Menurutnya, hal ini harus didalami lantaran uangnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang juga merupakan uang masyarakat Kota Cimahi.
"Ini harus disampaikan supaya masyarakat Cimahi tahu, saya mewakili cabor dan sebagai masyarakat Cimahi aspirasi saya dibatasi," tuturnya.
Alfian mengaku, dirinya akan dikeroyok dan menyayangkan adanya pengebirian demokrasi. Sehingga, dirinya keluar dari sidang pleno Musorkot KONI Kota Cimahi 2023.
"Saya keluar karena saya kecewa karena ini sudah condong ke fisik. Apa seperti ini gaya-gaya penyelesaian di kita dan udah gak zaman lagi dan kita harus dewasa," ungkapnya.
"Saya hargai musyawarah mufakat ini. Bahkan, disepakati dari awal dengan semangat yang ada dalam lagu Patriot yang dinyanyikan bersama. Semangat saling menghargai dan menghormati sesama," terangnya.
Kendati begitu, Alfian berharap apapun yang menjadi keputusan dari Musorkot KONI Kota Cimahi ini menjadi yang terbaik.
"Saya keluar dalam forum tadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Alfian menambahkan, bila forum berjalan dengan demokrasi dan diberikan hak berbicara, tidak akan terjadi kericuhan.
"Saya tidak mau jadi korban, kan lihat tadi teman-teman sangat emosional sampai saya mau dikeroyok," ucapnya.
Alfian menilai, ada hal yang sudah menyalahi aturan dalam Musorkot tersebut, seperti adanya dua jabatan yang dipegang oleh satu orang.
"Seandainya kita dikasih hak untuk berbicara untuk mengkritisi, menyimak dan menganalisa," ujarnya.
"Itu ada dalam AD/ART. Masa Ketua KONI merangkap sebagai ketua cabang olahraga, dari situ kan sudah menyalahi aturan," ucapnya.
Alfian menyebut, adanya ambisi untuk menjadi ketua membuat incumben menghalalkan segala cara meskipun menyalahi aturan. Sehingga mengabaikan peraturan yang semestinya diterapkan dalam sebuah forum.
"Ambisinya yang ingin menjadi Ketua KONI mengabaikan aturan yang ada dalam AD/ART," sebutnya.
Saat dikonfirmasi secara langsung terkait aksi Walkout tersebut kepada Ketua KONI Kota Cimahi, Aris Pramono. Dirinya mengaku tidak bisa menanggapi persoalan tersebut.
"Saya mungkin gak bisa nanggapi karena persoalan pribadi dan mungkin beliau yang bisa jawab. Kalau ini mungkin ini saya gak bisa jawab," ucapnya secara singkat.***(agus satia negara)
Editor : JakaPermana


