Objek Wisata di Kota Bogor Segera Buka, Berani 'Nakal' Langgar Prokes Bakal Disegel
Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan tindakan tegas bagi para pengusaha wisata yang melanggar prokes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Pemerintah Kota Bogor siap menjalankan uji coba pembukaan objek wisata yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Wali Kota Bima Arya punya pesan khusus.
Tentunya amanat dari Bima Arya yang paling utama dan harus dijalankan adalah Protokol Kesehatan (Prokes) di tempat wisata. Pemkot Bogor tak segan-segan akan mencabut izin usaha apabila ada ledakan Covid-19 di tempat wisata karena tidak menerapkan Prokes.
"Begini, saya telah audiensi dengan Paguyuban Objek Wisata Bogor di Pendopo VI, Perumahan Baranangsiang Indah, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu (22/9/2021) sore. Saat ini vaksinasi terus berjalan dan kondisi Indonesia jauh lebih sukses dibanding negara lain, ini berkat rantai koordinasi yang bagus dari pusat ke daerah," ungkap Bima kepada wartawan pada Kamis 23 September 2021.
Baca Juga: Cantik-cantik Kok Jadi Begal, Remaja Putri Bogor Diamankan Polisi
Bima melanjutkan, pihaknya mempersilahkan, pelaku pariwisata untuk melakukan uji coba selama memenuhi persyaratan administrasi dan memahami Prokes.
"Namun kami akan bersikap tegas jika nanti saat uji coba ada 'ledakan' Covid-19, kami tak segan mencabut izin usaha. Ya, kami saling komitmen, mangga buka, tapi prokesnya harus ada CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) dan QR Code Peduli Lindungi," terang Wali Kota Bogor dua priode ini.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan, melalui koordinasi Kemenparekraf sudah ada tempat wisata yang diujicobakan yakni J-Bond. Dipilihnya J-Bond bisa uji coba bukan tanpa alasan, melainkan karena sudah memenuhi segala macam persyaratan administrasi.
"Jadi pengalaman J-Bond ini di share ke pelaku pariwisata lain dan pelaku pariwisata sudah secara mandiri mendaftar persyaratan, seperti sertifikasi CHSE ke Kemenparekraf dan QR Code Peduli Lindungi ke Kemenkes," ungkap Atep.
Baca Juga: Soal Rencana Kenaikan Iuran Retribusi Sampah, DLH Kabupaten Bogor Dilema
Atep menuturkan, secara statistik pengendalian Covid-19 di Kota Bogor sudah cukup bagus dan angka-angka penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun. Sehingga pihaknya akan secara simultan melakukan uji coba selama aturan dipenuhi pelaku pariwisata dan komitmen ini sudah dibangun pelaku pariwisata.
"Mudah-mudahan ke depan saling memberi optimisme bagi pariwisata Kota Bogor, sehingga bisa bangkit lagi, memberi kontribusi luas tidak hanya untuk pelaku pariwisata tapi bagi warga Kota Bogor dan PAD Kota Bogor," pungkasnya.***(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


