Operator Layanan Call Center 112 Cimahi Sempat Terima Aduan Percobaan Bunuh Diri

Keberadaan layanan Call Center 112 Kota Cimahi berperan sebagai garda terdepan penanganan berbagai kejadian bagi masyarakat.

Operator Layanan Call Center 112 Cimahi Sempat Terima Aduan Percobaan Bunuh Diri
Salah seorang operator Call Center 112 Cimahi Eni Ruhaeni berbagi pengalamannya saat bertugas. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Layanan Call Center 112 Kota Cimahi berperan sebagai garda terdepan penanganan berbagai kejadian bagi masyarakat. Mulai dari kasus darurat seperti kecelakaan, banjir, hingga insiden unik seperti pohon tumbang, kabel berserakan, bahkan laporan tentang hewan yang mengganggu.

Kendati demikian, di balik efektivitas layanan yang terus meningkat, para operator juga kerap menghadapi tantangan berupa panggilan iseng  yang berpotensi mengganggu penanganan kasus yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Eni Ruhaeni, salah satu operator yang telah bertugas sejak pertengahan 2024 mengungkapkan pengalamannya menangani beragam laporan dari warga.

"Kami menerima berbagai jenis panggilan, terutama saat musim hujan banyak ada laporan pohon tumbang yang langsung kami koordinasikan dengan BPBD, atau kabel berserakan yang ditindaklanjuti bersama Dishub dan Damkar jika diperlukan," kata Eni, Jumat (3/4/2026).

Tak hanya kasus serius, Eni juga mengaku sering menghadapi panggilan unik seperti pertanyaan matematika sederhana dari anak-anak, laporan hape terkunci.

"Bahkan hingga ada warga yang melaporkan adanya ular besar di rumah yang ternyata sudah tidak bernyawa ketika tim Damkar tiba di lokasi," ujarnya.

Salah satu kasus serius yang pernah ditangani yakni percobaan bunuh diri di Jembatan Cimindi.

"Teman saya yang bertugas malam menerima laporan dari warga bahwa ada orang yang ingin melompat dari flyover. Kami langsung melakukan koordinasi cepat dengan pihak polisi dan tim terkait untuk menangani situasi tersebut," jelasnya.

Menurutnya, kesabaran dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas. Kendati sering menghadapi panggilan yang tidak mendesak, prioritas tetap diberikan pada kasus darurat yang membutuhkan tanggapan segera.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Infrastruktur Komunikasi dan Pos Siber (IKPS) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi Adhy Ramadhyan menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mendukung layanan ini.

"Selain operator 112, kami juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar, DLH, dan Polres Cimahi," kata Adhy.

"Saat ada kejadian, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi, contohnya jika ada anak yang mengamuk atau meresahkan keluarga, polisi dan Bhabinkamtibmas langsung menuju tempat kejadian," ujarnya.

Adhy menambahkan, meskipun sering menerima laporan non-darurat seperti dompet hilang atau kartu SIM tidak aktif, operator tetap memberikan tanggapan dan membimbing warga ke kanal yang tepat.

Untuk mengurangi panggilan iseng, sistem 112 kini telah dilengkapi dengan fitur deteksi nomor HP, sehingga operator dapat segera mengenali indikasi panggilan tidak perlu dan menindaklanjuti sesuai prosedur.

"Ke depan, kami akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan perangkat daerah terkait agar penggunaan layanan 112 lebih tepat sasaran," jelasnya.

Adhy menyebut, layanan Call Center 112 Kota Cimahi yang terus berkembang bukan hanya sekadar nomor telepon darurat, melainkan simbol komitmen kota dalam melindungi warga.

"Melalui kolaborasi multi-instansi, sistem teknologi yang mendukung, dan edukasi publik, kami berupaya memastikan setiap laporan darurat mendapatkan tanggapan cepat sekaligus meminimalkan gangguan dari panggilan iseng," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani