Ops Patuh Lodaya 2025 di Jabar: Hampir 2.500 Pelanggar Ditindak, Mayoritas Diberi Teguran

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat telah merampungkan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2025 yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Dalam operasi ini, ribuan pelanggar lalu lintas berhasil ditindak, baik melalui sistem tilang elektronik maupun manual.

Ops Patuh Lodaya 2025 di Jabar: Hampir 2.500 Pelanggar Ditindak, Mayoritas Diberi Teguran
foto ilsutrasi penindakan Ops Patuh Lodaya 2025 di Jawa Barat

INILAHKORAN, Bandung - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat telah merampungkan pelaksanaan operasi patuh lodaya 2025 yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Dalam operasi ini, ribuan pelanggar lalu lintas berhasil ditindak, baik melalui sistem tilang elektronik maupun manual.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas polda jabar, AKBP Eti Haryati, menjelaskan bahwa penindakan dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan edukasi. Namun, tindakan tegas tetap diberikan kepada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Selama pelaksanaan Ops Patuh Lodaya 2025, kami mencatat total 2.627 bentuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, baik melalui ETLE maupun tilang manual,” ungkap AKBP Eti, Selasa (16/7/2025).

Berikut rincian bentuk penindakan yang dilakukan di wilayah hukum polda jabar:

⁃ ETLE Statis : 79 pelanggaran
⁃ ETLE Mobile: 370 pelanggaran
⁃ Tilang Manual: 249 pelanggaran
⁃ Teguran (non-penindakan): 1.929 teguran

Eti menyebut bahwa mayoritas pelanggar diberikan teguran sebagai bentuk edukasi, mengingat masih banyak pengendara yang belum memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Teguran mendominasi karena prinsipnya kami ingin memberikan pemahaman dulu. Tapi untuk pelanggaran berat atau membahayakan, seperti melawan arus, tidak pakai helm, atau melanggar lampu merah, tetap kami tindak,” tegasnya.

Ops Patuh Lodaya 2025 sendiri mengusung tema peningkatan kesadaran berlalu lintas untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (*Kamseltibcarlantas*). Fokus operasi meliputi penggunaan helm, sabuk pengaman, kelengkapan kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.

polda jabar juga menggencarkan penindakan melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), baik yang statis di titik tertentu maupun mobile, guna mendukung transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas.

AKBP Eti mengimbau seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menjadikan momen pasca operasi ini sebagai refleksi dalam berkendara.

“Kami harap setelah operasi ini selesai, masyarakat bisa lebih sadar dan disiplin saat berkendara. Bukan karena takut ditilang, tapi karena paham pentingnya keselamatan,” tutupnya.


Editor : Ahmad Sayuti