PAD Dua Puskesmas di Kabupaten Cirebon Naik, RSUD Arjawinangun Justru Turun

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon mengalami perubahan sepanjang 2026. 

PAD Dua Puskesmas di Kabupaten Cirebon Naik, RSUD Arjawinangun Justru Turun
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni memberikan keterangan terkait perkembangan PAD fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon 2026. (istimewa) 

INILAHKORAN.ID - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon mengalami perubahan sepanjang 2026. 

Dua Puskesmas mencatat kenaikan penerimaan, sementara PAD RSUD Arjawinangun justru mengalami penurunan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, peningkatan PAD tercatat di Puskesmas Mundu dan Puskesmas Pabedilan.

Puskesmas Mundu mencatat peningkatan PAD sekitar Rp83 juta. Sedangkan Puskesmas Pabedilan mengalami kenaikan lebih besar, yakni sekitar Rp233 juta.

“Untuk PAD ada peningkatan di Puskesmas Mundu dan Puskesmas Pabedilan. Di Puskesmas Mundu meningkat sekitar Rp83 juta, sedangkan Puskesmas Pabedilan peningkatannya sekitar Rp233 juta,” kata Eni, Selasa (29/9/2026).

Menurut Eni, peningkatan penerimaan tersebut diperkirakan berkaitan dengan tingginya pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat.

Khusus di Puskesmas Pabedilan, keberadaan fasilitas rawat inap menjadi salah satu faktor yang memungkinkan lebih banyak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.

“Peningkatan PAD ini kemungkinan karena pelayanan kesehatan banyak dimanfaatkan masyarakat. Khusus di Puskesmas Pabedilan, di sana juga ada pelayanan rawat inap, sehingga masyarakat yang mendapatkan pelayanan lebih banyak,” jelas Eni.

Sementara peningkatan PAD di Puskesmas Mundu diperkirakan turut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Kondisi cuaca yang cukup ekstrem juga disebut dapat berpengaruh terhadap meningkatnya masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Berbeda dengan dua puskesmas tersebut, PAD RSUD Arjawinangun justru mengalami penurunan pada 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menyebut penurunan tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, baik yang berasal dari internal rumah sakit maupun berkaitan dengan pola rujukan pasien dari puskesmas.

“Kalau RSUD Arjawinangun memang ada penurunan PAD. Penyebabnya tentu perlu dilihat dari beberapa faktor, baik dari internal rumah sakit maupun dari pola rujukan pasien. Bisa saja pasien yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit sekarang dapat ditangani di puskesmas,” ujarnya.

Meski demikian, tambah Eni Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan pelayanan sekaligus koordinasi antarfasilitas kesehatan, termasuk dalam sistem rujukan pasien.  Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menyebut penurunan tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, baik yang berasal dari internal rumah sakit maupun berkaitan dengan pola rujukan pasien dari pus

"Upaya ini dilakukan agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tukas Eni. 


Editor : Doni Ramdhani