Pagelaran Toleat hingga Ngaliwet Bareng Meriahkan Ngabuburit di Kampung Adat Banceuy

Ratusan warga memadati Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, belum lama ini, untuk mengikuti acara Ngabuburit Bareng

Pagelaran Toleat hingga Ngaliwet Bareng Meriahkan Ngabuburit di Kampung Adat Banceuy
Warga Kampung Adat Banceuy dan Seniman Jabar melakukan foto bersama usai kegiatan “Ngabuburit Bareng Seniman Sunda Bangkit” di Kampung Adat Banceuy, Subang, Minggu (16/3/2026). Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya Sunda yang melibatkan seniman lokal serta masyarakat setempat dalam suasana kebersamaan menjelang berbuka puasa.

INILAHKORAN.ID - Ratusan warga memadati Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, belum lama ini, untuk mengikuti acara Ngabuburit Bareng yang digelar komunitas Seniman Sunda Bangkit (SSB). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya khas Sunda yang melibatkan langsung warga setempat.

Ketua Seniman Sunda Bangkit, H. Oni Suwarman, mengatakan kegiatan yang di gelar pada Minggu (16/3/2026) tersebut, digelar untuk mengajak masyarakat menjaga sekaligus merawat warisan budaya Sunda.

Ngabuburit Bareng Seniman Sunda Bangkit ini mengambil tema Ngamumule Budaya, Ngaraketkeun Baraya. Kami ingin mengajak masyarakat Jawa Barat menjaga, merawat, dan melestarikan budaya warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan,” kata Oni, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh pertunjukan dalam kegiatan tersebut melibatkan seniman lokal dari Kampung Adat Banceuy.

“Karenanya, semua pertunjukan dalam acara ini melibatkan seniman-seniman yang merupakan masyarakat Sunda di Kampung Adat Banceuy ini,” ujarnya.

Acara diawali dengan penampilan kesenian khas Subang, Toleat, yang dibawakan kelompok seni Kampung Adat Banceuy. Penampilan semakin meriah ketika sinden Yani membawakan lagu berjudul Jayanti, yang mengisahkan pasangan kekasih yang mengikat janji setia di Pantai Jayanti, Cianjur.

Selain itu, acara yang dipandu pelawak Ki Daus, aktor sekaligus seniman Kang Aep Bancet, serta komedian Ceu Popon juga menampilkan tradisi Mandi Koneng dan Nadran. Tradisi tersebut menggambarkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang berkaitan dengan penyucian diri dan penghormatan terhadap alam.

Perwakilan Seniman Sunda Bangkit, Ogi SOS, menegaskan bahwa seni Sunda merupakan aset budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda supaya tidak hilang dari negeri ini. Seni Sunda bisa menjadi aset bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang,” kata Ogi.

Menurutnya, seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat. Karena itu, SSB menggandeng perusahaan air minum AQUA sebagai mitra kegiatan.

“Seni dan budaya ini ibarat sumber kehidupan bagi jiwa dan identitas masyarakat, layaknya air bagi manusia,” ujarnya.

Kepala Desa Sanca, Masna, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal menjadikan Kampung Adat Banceuy sebagai kampung seniman.

“Kami berharap melalui kegiatan ini Kampung Adat Banceuy bisa berkembang menjadi kampung seniman yang dikenal luas,” katanya.

Sementara itu, perwakilan manajemen AQUA, Firman Surya Kusuma, mengatakan dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal.

“Bagi kami, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Firman.

Dalam kesempatan tersebut, AQUA juga memberikan santunan kepada 80 anak yatim dan jompo yang secara simbolis diterima oleh tujuh perwakilan.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga tidak surut. Penampilan kesenian Gembyung dari Kampung Adat Banceuy yang membawakan lagu-lagu buhun Sunda semakin menghidupkan suasana.

Warga juga dihibur tarian Break-pong Leungiteun bertema lingkungan yang dibawakan Mpap Gondo, serta penampilan penyanyi dangdut asal Subang Novia Rozma yang membawakan lagu Rindu Purnama, Gerong, dan Cinta Pertama.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin meriah dengan Mahdor atau Ceramah Bodor yang dibawakan Oni SOS bersama Ki Aman dan Ki Amin. Candaan mereka sukses membuat warga tertawa.

Acara kemudian ditutup dengan Ngaliwet Bareng, hasil masakan warga dari tujuh RT di Kampung Adat Banceuy yang disantap bersama saat berbuka puasa.


Editor : Ahmad Sayuti