Pandemi Belum Usai, Warga Diimbau Teguh Pakai Masker Meski Sudah Divaksin

Lebih dari dua tahun ini, dunia masih dirundung pandemi Covid-19. Meski melandai, masyarakat harus selalu diingatkan pandemi belum usai.

Pandemi Belum Usai, Warga Diimbau Teguh Pakai Masker Meski Sudah Divaksin
Tangkapan layar Dialog Produktif Media Center FMB 9 KPCPEN, Selasa 19 Oktober 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Lebih dari dua tahun belakangan, dunia masih dirundung pandemi Covid-19. Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengatakan, masyarakat harus selalu diingatkan meski melandai tapi pandemi belum usai.

Menurutnya, pembukaan kembali aktivitas masyarakat bukan berarti ada pelonggaran pada protokol kesehatan (prokes). Cakupan vaksinasi hingga saat ini terus dikejar sebelum libur akhir tahun. Pembentukan herd immunity itu dialkukan agar jangan sampai ada kelompok rentan yang tertinggal upaya vaksinasi.

Dia menyebutkan, penertiban mobilitas baik dalam negeri maupun yang dari luar negeri, penguatan peran pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, serta penggunaan aplikasi digital untuk filtrasi harus tetap dilakukan secara terintegrasi guna mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan.

Baca Juga: Edukasi Prokes 5M, Polisi Bagi-bagi Masker untuk Warga Kabupaten Majalengka

"Ini jadi tugas bersama. Masyarakat bukan semata-mata sebagai obyek melainkan subyek yang harus berjuang bersama. Jadi ini adalah perjuangan semesta melawan bencana biologis berupa virus,” kata Alexander saat Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) KPCPEN, Selasa 19 Oktober 2021.

Menurutnya, sebagai upaya mengendalikan pandemi menjadi endemi, terdapat 2 gerakan yang dapat dilakukan. Gerakan defensif berupa ikhtiar menurunkan laju penularan, serta gerakan ofensif yakni meningkatkan kapasitas respon melalui penguatan testing, tracing, treatment (3T). Untuk itu, gerakan maskerisasi agar masyarakat terus memakai masker dengan benar harus tetap digaungkan dan tidak boleh berhenti.

Senada dengan itu, Campaign Director Gerakan Pakai Masker Fardila Rachmilliza juga menegaskan hal yang sama. Dia mengumpamakan, pemakaian masker itu sama seperti memakai baju sehingga harus selalu dikenakan saat bertemu orang lain.

Baca Juga: Pastikan Prokes Dipatuhi, Polisi Sambangi Tempat Wisata dan Bagikan Masker di Masa PPKM

“Masyarakat harus terus diingatkan untuk memakai masker meskipun sudah divaksin, apalagi yang belum. Kita ingatkan fakta, bahwa disiplin memakai masker menurunkan risiko penularan hingga
80% dan vaksinasi lengkap bisa menurunkan risiko kematian 73%,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto menegaskan meski secara umum penyebaran dan penanganan terkendali, pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus Covid-19 di seluruh pelosok.

"Ancaman virus yang dirasa masih akan terjadi beberapa waktu ke depan, menjadikan berbagai strategi dilakukan dengan matang," sebutnya.

Baca Juga: Tips Pakai Masker dalam Waktu yang Lama agar Tidak Iritasi

Agus menuturkan, memasuki masa transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi ini pemerintah pun menguatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir. Percepatan vaksinasi, tetap menjaga disiplin prokes), penguatan 3T, serta pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat secara luas terus digencarkan.

Dia menjelaskan, terdapat tiga tahapan pandemi Covid-19 menuju endemi. Pertama, tahap persiapan dimana upaya preventif dikatakannya harus dikuatkan. Kedua, tahap transisi dimana jumlah kasus terkendali dan angka kematian dapat ditekan.

"Ketiga, tahap endemi. Pada tahap ini setelah semua terkontrol dan harapannya, semua jadi lebih baik. Endemi, tidak hanya untuk Indonesia namun juga dunia internasional," tandasnya.

Baca Juga: Rudy Gunawan Sentil Ada Anak ke Sekolah Tanpa Masker, Tapi Pesta Ketangkasan Domba Terabaikan

Lebih jauh dia menyebutkan, memasuki November-Desember mendatang terdapat kemungkinan menurunnya imunitas warga yang mendapatkan vaksinasi pada awal tahun. Untuk itu, kegiatan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru harus disertai disiplin prokes dan kehati-hatian.***(doni ramdhani)


Editor : inilahkoran