Parkir Liar Masih Marak di Kota Bandung, Farhan : Saya Tidak Akan Berbaik Hati Lagi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan buka suara, terkait video viral yang menunjukkan pengemudi diminta membayar Rp20.000 oleh juru parkir liar di sekitar Masjid Raya Bandung.

Parkir Liar Masih Marak di Kota Bandung, Farhan : Saya Tidak Akan Berbaik Hati Lagi
INILAHKORAN, Bandung - Wali kota bandung, Muhammad Farhan buka suara, terkait video viral yang menunjukkan pengemudi diminta membayar Rp20.000 oleh juru Parkir liar di sekitar Masjid Raya Bandung.
Ia menyayangkan masih banyak warga yang memilih parkir di lokasi terlarang, dan mempercayai juru Parkir liar meski sudah ada rambu larangan parkir di lokasi tersebut yang terpampang dengan jelas.
"Sudah jelas, itu melanggar. Di lokasi itu tidak boleh parkir. Tapi kenapa masih ada yang parkir di sana? Lebih percaya pada tukang Parkir liar dari pada aturan pemerintah," kata Farhan pada Jumat Juli 2025.
Menurutnya, rambu larangan parkir telah dipasang secara jelas oleh pemerintah kota. Namun kejadian serupa terus berulang karena masyarakat sendiri kerap mengabaikan aturan, dan justru bekerja sama dengan juru Parkir liar.
“Kalau saya jadi pengemudi, begitu ada tukang Parkir liar menyuruh parkir tapi ada tanda ‘P’ dicoret, saya tidak akan parkir di situ. Karena saya tahu itu melanggar,” ucapnya.
Farhan juga menegaskan, bahwa Pemkot Bandung tengah gencar memberantas praktik Parkir liar yang merugikan masyarakat dan mengganggu ketertiban kota. Ia mengaku tidak akan lagi bersikap lunak terhadap pelanggaran serupa.
“Kita sedang berusaha memberantas tukang Parkir liar. Tapi kalau masyarakat masih mendukung dan percaya pada mereka, praktik ini akan terus terjadi. Sekarang, saya tidak akan berbaik hati lagi,” ujar dia. ***


Editor : JakaPermana