Parkir Sembarangan Hambat Mobil Damkar, Warga Diminta Tak Tutup Akses Hidran

Damkarmatan Kota Bandung mengingatkan warga tidak parkir sembarangan di sekitar hidran dan akses armada pemadam karena dapat menghambat penanganan kebakaran.

Parkir Sembarangan Hambat Mobil Damkar, Warga Diminta Tak Tutup Akses Hidran
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID- Akses kendaraan pemadam Kebakaran di sejumlah lingkungan Bandung'>Kota Bandung masih menghadapi kendala akibat kendaraan warga yang diparkir sembarangan.

Kondisi tersebut bahkan kerap terjadi di sekitar titik Hidran yang menjadi lokasi pengambilan air saat petugas melakukan penanganan kebakaran.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung, Kurniawan Jusup mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan posisi Parkir, terutama di area yang telah ditetapkan sebagai titik pengambilan air dan hidran kota.

"Kepada seluruh warga masyarakat, saya himbau untuk memperhatikan saat memarkirkan kendaraan. Terutama di area-area penting seperti lokasi pengambilan air atau hidran kota. Sering kami temui kendaraan diparkir tepat di posisi unit kami saat hendak mengambil air," kata Kurniawan Jusup, Senin (28/9/2026).

Menurut Kurniawan, persoalan akses juga kerap muncul ketika petugas menangani kebakaran di kawasan perumahan.

Kendaraan yang diparkir sembarangan dapat menghambat armada pemadam menuju lokasi kejadian, terutama di kawasan permukiman dengan akses jalan yang sempit.

"Selain itu, kami ingatkan khususnya warga yang tidak memiliki garasi perhatikan kembali tempat parkir kendaraannya. Seringkali saat kami menangani kebakaran di lingkungan perumahan, akses terhalang kendaraan yang diparkir sembarangan sehingga menyulitkan penanganan," ucapnya.

Kurniawan menegaskan, akses bagi kendaraan pemadam harus tetap terbuka, khususnya di kawasan padat permukiman.

Jalan yang sempit ditambah kendaraan yang terparkir di sisi jalan dapat memperlambat pergerakan armada ketika petugas harus segera mencapai lokasi kebakaran.

"Kembali saya tekankan, pastikan akses masuk kendaraan pemadam kebakaran tidak terhalang kendaraan warga," ucapnya.

Titik Hidran Ditandai Warna Merah

Kurniawan menjelaskan, sejumlah titik hidran di Kota Bandung telah diberi penanda khusus. Area tersebut ditandai dengan warna merah sebagai petunjuk lokasi pengambilan air bagi kendaraan pemadam sekaligus sebagai tanda larangan parkir.

"Sudah ada. Kami sudah memasang tanda penandaan berwarna merah, yang menandakan lokasi tersebut adalah tempat pengambilan air untuk kebakaran dan dilarang dipakai parkir," ujar dia.

Meski telah diberi penanda, kendaraan warga masih ditemukan parkir di area yang seharusnya tetap kosong.

Kurniawan menyebut keterbatasan ruang parkir menjadi salah satu alasan warga menempatkan kendaraan di lokasi yang sebenarnya dilarang untuk parkir.

"Hanya saja warga yang kesulitan mencari tempat parkir, seringkali tetap memarkir kendaraan di area yang dilarang tersebut," ucapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan petugas dalam situasi sulit ketika kendaraan menghalangi titik pengambilan air.

Petugas tidak bisa sembarangan memindahkan kendaraan warga karena apabila terjadi kerusakan, persoalan baru dapat muncul setelah penanganan kebakaran.

"Di sisi lain, jika kami menggeser kendaraan atau terjadi kerusakan. Hal itu justru akan menimbulkan masalah baru bagi warga," tutur dia.

Bandung Kini Punya 29 Titik Hidran

Dari sisi ketersediaan, jumlah hidran yang rutin digunakan Damkarmatan Kota Bandung saat ini mencapai 29 titik.

Jumlah tersebut bertambah setelah dilakukan pendataan ulang terhadap jaringan hidran yang tersedia di wilayah Kota Bandung.

"Awalnya ada 7 titik hidran yang rutin kami gunakan. Setelah pendataan ulang, bertambah 22 titik. Sehingga total saat ini ada 29 titik hidran," jelasnya.

Meski jumlah hidran bertambah, Kurniawan mengingatkan bahwa keberadaan titik pengambilan air tersebut belum sepenuhnya menjamin ketersediaan air ketika terjadi kebakaran.

Pasokan air pada masing-masing titik tetap bergantung pada suplai dari PDAM.

"Meski jumlahnya cukup banyak, ketersediaannya tetap bergantung pada suplai air dari PDAM," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana