Paryanto Soroti Lambannya Respons Pemkab Bandung Tangani Kasus Pekerja Migran
Aktivis PMI menyayangkan lambansnnya respons Pemkab Bandung dalam menghadapi setiap persoalan pekerja migran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Aktivis pekerja migran Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Paryanto Ulsan, menyayangkan lambannya respons Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menangani berbagai permasalahan yang menimpa pekerja migran asal daerah tersebut.
Menurut Paryanto, selain respon yang dinilai lamban, proses birokrasi juga kerap berbelit. Bahkan, antar instansi sering terjadi saling lempar tanggung jawab ketika muncul persoalan yang menimpa warga Kabupaten Bandung di luar negeri.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Ketika ada masalah yang menimpa PMI di luar negeri, responsnya lambat dan birokrasi berbelit. Bahkan sering terjadi saling lempar tanggung jawab antar lembaga,” kata Paryanto, Sabtu (14/3/2026).
Ia membandingkan dengan respons pemerintah daerah lain yang dinilai lebih sigap. Salah satunya Pemerintah Kota Ciamis yang menurutnya cepat membantu ketika dihubungi terkait persoalan pekerja migran.
“Ciamis itu kota kecil, tapi ketika kami kontak pejabatnya mereka langsung siap membantu, bahkan untuk kebutuhan tiket kepulangan,” ujarnya.
Paryanto juga menyoroti kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja yang melibatkan warga asal Kabupaten Bandung. Dari data yang dihimpunnya, terdapat 16 orang korban yang berasal dari daerah tersebut.
Salah satu korban adalah perempuan berusia sekitar 20 tahun asal Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah. Selain itu, masih ada satu warga Jelekong lainnya yang hingga kini masih berada di Kamboja karena terkendala biaya tiket kepulangan.
“Sebenarnya kalau mau turun tangan dan ada koordinasi antar dinas atau lembaga, masalah ini bisa diselesaikan. Apalagi di Kabupaten Bandung banyak tokoh yang peduli kemanusiaan. Tinggal ada kemauan saja,” ujarnya.
Dari total 12 korban yang telah terdata sebelumnya, lima orang di antaranya berasal dari Kabupaten Bandung. Dua orang telah berhasil pulang ke Indonesia, sementara dua orang lainnya saat ini sedang berkomunikasi dan direncanakan segera kembali ke tanah air.
“Insyaallah besok dua orang lagi pulang. Tinggal satu orang lagi yang masih belum bisa kembali,” kata Paryanto.
Editor : Ahmad Sayuti

