Dukung 'SMK Go Global', Cianjur Kirim Ratusan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Disnakertrans Cianjur melepas 337 calon pekerja migran ke Jepang dan Taiwan guna menekan angka pengangguran serta mendukung program SMK Go Global.

Dukung 'SMK Go Global', Cianjur Kirim Ratusan Pekerja Migran ke Luar Negeri
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Deni Widya Lesmana.ANTARA/A

INILAHKORAN.ID -  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat program penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka di daerah. Langkah ini sekaligus mendukung akselerasi program ‘SMK Go Global’.

Kepala Disnakertrans Cianjur, Denny Widya Lesmana, menyampaikan bahwa sebanyak 337 calon pekerja migran asal Cianjur resmi diberangkatkan untuk bekerja di Jepang dan Taiwan. Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Para tenaga kerja muda ini diberangkatkan melalui fasilitasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK), serta Perusahaan Penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

"Ratusan pekerja migran yang berangkat rata-rata berusia muda dan berasal dari 12 LPK serta BLK. Mereka ditempatkan di dua negara tujuan, yakni Jepang dan Taiwan. Tahun depan kami targetkan jumlahnya terus bertambah," ujar Denny di Cianjur seperti dikutip dari antara, Kamis (6/8/2026).

Seluruh calon pekerja yang diberangkatkan telah berusia minimal 18 tahun dan memenuhi syarat kompetensi untuk bekerja di luar negeri setelah menyelesaikan pelatihan intensif di LPK dan BLK wilayah Cianjur.

Program penempatan kerja ke luar negeri ini menjadi bagian integral dari upaya Pemkab Cianjur dalam menyukseskan program SMK Go Global, sehingga setiap lulusan sekolah vokasi memiliki peluang karir internasional di sektor formal.

Denny menegaskan, program ini menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Cianjur dalam mendongkrak kualitas penempatan pekerja migran agar tidak lagi didominasi sektor nonformal.

"Ini langkah nyata Kabupaten Cianjur dalam meningkatkan kualitas penempatan pekerja migran Indonesia ke sektor formal dan strategis, bukan lagi sekadar sektor nonformal," tegasnya.

Pemkab Cianjur bersama Disnakertrans berkomitmen terus menekan tingkat pengangguran terbuka yang saat ini masih berada di kisaran 6,17 persen setiap tahunnya. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelatihan di BLK serta perluasan akses penempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Ke depan, Pemkab Cianjur berambisi menggeser dominasi pekerja nonformal menjadi tenaga kerja profesional di sektor formal dan dunia industri global.

"Kami akan terus mendukung berbagai program penempatan kerja, baik domestik maupun mancanegara, demi menekan angka pengangguran daerah," pungkas Denny.

 


Editor : Ahmad Sayuti