Pasar Kreatif Bandung 2026 Hadir di 8 Mal, Dorong UMKM Tembus Pasar Lebih Luas

Kota Bandung kembali menguatkan perannya, sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional melalui penyelenggaraan Pasar Kreatif Bandung 2026. 

Pasar Kreatif Bandung 2026 Hadir di 8 Mal, Dorong UMKM Tembus Pasar Lebih Luas
Gelaran Pasar Kreatif Bandung itu menjadikan pusat perbelanjaan atau mal sebagai ruang promosi sekaligus penjualan bagi pelaku UMKM lokal dari berbagai sektor. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali menguatkan perannya, sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional melalui penyelenggaraan Pasar Kreatif Bandung 2026. 

Gelaran Pasar Kreatif Bandung itu menjadikan pusat perbelanjaan atau mal sebagai ruang promosi sekaligus penjualan bagi pelaku UMKM lokal dari berbagai sektor.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, kegiatan merupakan bagian dari rangkaian besar Bandung Belanja Festival atau bulan belanja Bandung yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pasar Kreatif Bandung ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Bandung Belanja Festival atau bulan belanja Bandung. Di dalamnya ada empat kegiatan utama,” kata Ronny Ahmad Nurudin, Sabtu (6/6/2026).

Empat kegiatan tersebut meliputi Pasar Kreatif Bandung yang digelar pada 8 Juni hingga 2 Agustus di delapan pusat perbelanjaan, Indonesia Shopping Festival pada 1-17 Agustus, Hari Belanja Diskon Indonesia pada 17-30 Agustus dan Bandung Great Sale yang akan berlangsung 21-23 Agustus di Laswi Heritage sebagai venue utama.

Menurut Ronny, keterlibatan mal bukan hanya sebatas lokasi acara. Namun menjadi bagian dari strategi kolaborasi antara pemerintah, asosiasi pengusaha ritel dan pelaku UMKM.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh sektor. Mulai dari perdagangan, perindustrian hingga pariwisata seperti horeka (hotel, restoran, kafe). Tidak hanya mall dan ritel. Tetapi juga sektor fesyen, kuliner dan craft turut dilibatkan,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, mal berperan sebagai ruang kurasi dan etalase produk UMKM yang disesuaikan dengan karakteristik pengunjung di masing-masing lokasi.

Tahun ini, Pasar Kreatif Bandung digelar di delapan mal, mulai dari Paris Van Java, 23 Paskal, Cihampelas Walk, Summarecon Mall Bandung, Trans Studio Mall, The Botanica, Festival Citylink dan King Shopping Center.

“Setiap mal memiliki segmentasi pasar yang berbeda, sehingga penempatan tenant disesuaikan dengan karakteristik pengunjung,” ujar dia.

Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan mencatat total omzet sekitar Rp10 miliar. Pihaknya menargetkan capaian yang lebih tinggi pada 2026, meskipun masih menghadapi tantangan kondisi ekonomi global.

"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga memperkuat branding UMKM Bandung agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani