PCNU Kabupaten Cirebon Bangun Harmoni Sosial Lewat Kolaborasi dengan Industri

Tak lagi semata mengurusi urusan keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon kini menegaskan peran strategisnya sebagai penjaga stabilitas sosial dan mitra dalam pembangunan ekonomi daerah.

PCNU Kabupaten Cirebon Bangun Harmoni Sosial Lewat Kolaborasi dengan Industri
Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menyebut NU harus hadir di tengah dinamika masyarakat secara lebih luas termasuk dalam mengawal pertumbuhan investasi dan tanggung jawab sosial dunia industri. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Tak lagi semata mengurusi urusan keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon kini menegaskan peran strategisnya sebagai penjaga stabilitas sosial dan mitra dalam pembangunan ekonomi daerah.

Hal itu dilakukan dalam gelaran Halal Bihalal dan Musyawarah Kerja (Musker) III PCNU Kabupaten Cirebon, Minggu 4 Mei 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di jantung kawasan industri, tepatnya di Taman Cirebon Power.

Dipilihnya lokasi tersebut bukan tanpa makna. Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menyebut NU harus hadir di tengah dinamika masyarakat secara lebih luas termasuk dalam mengawal pertumbuhan investasi dan tanggung jawab sosial dunia industri.

"NU tidak boleh hanya berdiri di mimbar. Kita harus turun tangan dalam menjaga ekosistem Cirebon, termasuk sektor industrinya," ujar KH Aziz.

Menurutnya, kerukunan dan iklim investasi yang sehat hanya bisa tumbuh dalam suasana sosial yang kondusif. Untuk itu, NU siap menjadi jembatan antara masyarakat dan investor, memastikan industri tumbuh tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial.

NU akan mendukung penuh industri yang memberi manfaat bagi rakyat. Tapi kalau ada yang justru merugikan masyarakat, kita juga tidak akan diam," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Aziz juga menegaskan dukungan NU terhadap program pemerintah dalam pemberantasan premanisme, terutama di kawasan industri yang sedang berkembang.

Ia menilai, praktik-praktik intimidatif adalah ancaman bagi kelangsungan usaha dan ketenangan sosial.

"Premanisme harus disingkirkan. Kita butuh iklim yang aman bagi investasi dan masyarakat pekerja," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Cirebon Power, Joseph Pangalila, menyambut baik kehadiran ribuan kader NU di Taman Cirebon. Ia menyebut taman tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum bagi warga.

"Kami senang melihat fasilitas ini dimanfaatkan oleh warga dalam skala besar. Ada lapangan olahraga, perpustakaan, gerai UMKM, bahkan ke depan akan ada teater mini budaya," ujar Joseph.

Ia juga menyampaikan  kolaborasi dengan NU menjadi salah satu cara memperluas dampak sosial perusahaan, sekaligus memperkuat hubungan antara industri dan komunitas lokal.

"Dengan pendekatan yang lebih terbuka, partisipatif, dan kolaboratif, PCNU Kabupaten Cirebon tengah menunjukkan bahwa kekuatan sosial keagamaan bukan hanya penjaga moral. Tetapi juga penggerak harmoni sosial dan ekonomi yang inklusif di era modern," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani