Peduli Masa Depan Anak di KBB, Hengky Kurniawan Bakal Suarakan SSK Secara Bertahap

Hengky Kurniawan akan terus menyuarakan SSK secara bertahap demi masa depan anak-anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Peduli Masa Depan Anak di KBB, Hengky Kurniawan Bakal Suarakan SSK Secara Bertahap
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.



INILAHKORAN, Ngamprah - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bakal secara bertahap menyuarakan pentingnya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di lingkungan pendidikan di KBB.

Di mata Hengky Kurniawan, SSK dinilai sangat penting agar anak-anak mampu merencanakan kehidupan di masa depannya.

"Misalnya merencanakan pernikahan itu harus sesuai dengan program pemerintah di mana usia perempuan 21 tahun, sementara untuk laki-laki 25 tahun. Jangan sampai menikah tidak mempersiapkan secara mental dan materi," kata Hengky Kurniawan.

Baca Juga: Pelanggan Setia Telkomsel asal Depok Berhasil Membawa Pulang 1 Unit mobil Honda Mobilio

Menurutnya, ketika anak-anak ini nantinya menikah dan memiliki anak jangan sampai mereka tidak bisa menyediakan gizi yang baik sehingga kelak anaknya terkena stunting.

"Itu yang kita suarakan terus, makanya dalam kampanye saya selalu menyelipkan lagu pernikahan dini," tuturnya.

"Lagunya dan syairnya sudah bagus. Jadi waktunya belum tepat, harus betul-betul matang. Ini yang kita terus suarakan di sekolah sekolah dan bekerja sama dengan Duta Genre," sambungnya.

Sementara itu, Guru SMPN 2 Ngamprah sekaligus Tim Penulis Buku Panduan Provinsi, Hilman Latief menyebut, program SSK ini sudah ada sejak 2014 silam.

Baca Juga: Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Dari 184 SMP di KBB, SMPN 2 Ngamprah masuk menjadi salah satu dari 17 sekolah SSK.

"Tujuan SSK ini supaya siswa lebih memahami permasalahan penduduk di lingkungan sekitar mereka," bebernya.

Ia menjelaskan, SSK ini terintegrasi dengan mata pelajaran IPS dan telah dibuatkan rencana pelaksanaan pembelajarannya.

"Misalnya, kondisi penduduk di sekitar lingkungan mereka bisa mencatat jumlah penduduk, berapa golongan orang tuanya dan menikah di umur berapa. Dengan begitu, mereka bisa mengenal lingkungan sekitar," jelasnya.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Lagi! Cek Nama Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Dalam pelaksanaan pelajaran SSK IPS, terang dia, para siswa ini dikelompokkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

"Dengan demikian para siswa terlibat langsung dalam suatu kegiatan proyek untuk menghasilkan suatu produk," pungkasnya.***(agus satia negara).

 
 


Editor : inilahkoran