Pembacokan di Kampus UIN Suska, DPR Minta Standar Keamanan Dibenahi
mendesak Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan setelah insiden pembacokan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, mendesak Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan kampus setelah insiden kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi.
Dalam keterangannya, Habib menegaskan bahwa tidak boleh ada celah pengamanan yang memungkinkan seseorang membawa senjata tajam ke lingkungan pendidikan.
“Perlu evaluasi terkait standar keamanan. Tidak boleh ada celah yang memungkinkan seseorang membawa senjata tajam ke area pendidikan. Keamanan mahasiswa harus menjadi prioritas utama pihak rektorat,” ujarnya.
Kampus Diminta Perketat Standar Keamanan
Menurut Habib, langkah evaluasi sangat penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Ia menekankan bahwa institusi pendidikan semestinya menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Ia juga mengecam keras aksi pembacokan yang terjadi di area kampus. Habib mengingatkan bahwa kampus merupakan tempat belajar dan bertukar gagasan, bukan arena kekerasan yang membahayakan nyawa.
“Kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan beradu gagasan, bukan tempat kekerasan yang menyebabkan korban luka serius. Mahasiswa itu insan terdidik, setiap tindakan harus mencerminkan kapasitas intelektualnya,” katanya.
Dorong Proses Hukum dan Pendampingan Korban
Selain mendukung proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian, Habib meminta agar pelaku diproses secara tegas untuk memberikan efek jera. Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan menyeluruh bagi korban.
Menurutnya, korban harus mendapatkan pendampingan medis dan psikologis agar dapat pulih dari trauma dan kembali menjalani perkuliahan dengan rasa aman.
“Kami meminta pelaku diproses secara hukum dengan tegas. Di sisi lain, korban harus mendapatkan pendampingan psikologis agar bisa kembali melanjutkan pendidikannya dengan rasa aman. Kampus adalah ruang peradaban, bukan ruang kekerasan,” tegasnya.
Kronologi pembacokan di Fakultas Syariah dan Hukum
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (26/2) di lingkungan kampus UIN Suska Riau. Seorang mahasiswi mengalami luka serius akibat dibacok oleh sesama mahasiswa saat berada di area Fakultas Syariah dan Hukum.
Salah seorang mahasiswa bernama Dimas mengungkapkan, korban saat itu tengah menunggu giliran sidang proposal di ruang fakultas. Sementara sejumlah mahasiswa lain berada di ruangan sebelah untuk belajar.
“Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah. Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak,” ujarnya.
Ia menambahkan, petugas keamanan kampus segera datang ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku saat hendak kembali menyerang korban dengan senjata tajam.
Editor : Firda Rachmawati


