Pembinaan PKL Jalur BRT Bandung Raya Belum Dimulai, Data Masih Diproses
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Kota Bandung, Rajasa Pimpinan Berutu menjelaskan, penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya masih bergantung pada hasil pendataan dari Kementerian Perhubungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Kota Bandung, Rajasa Pimpinan Berutu menjelaskan, penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya masih bergantung pada hasil pendataan dari Kementerian Perhubungan.
Ia menegaskan, pemerintah kota belum bisa mengambil langkah lebih jauh sebelum data tersebut diserahkan secara resmi. “Pendataan itu dilakukan oleh tim DED dari Kemenhub. Jadi sejak awal memang mereka yang bertanggung jawab. Saat ini kami sedang meminta, dan menunggu data lengkap dari tim DED Kemenhub,” kata Rajasa Pimpinan Berutu, Kamis 11 Desember 2025.
Terkait kemungkinan relokasi PKL dari jalur BRT, ia menuturkan keputusan tersebut berada di tingkat pimpinan kota. “Kalau soal relokasi, itu nanti keputusan pimpinan. Setelah datanya ada, kami laporkan dan keputusan ada pada pimpinan,” ucapnya.
Rajasa menjelaskan, dinas selama ini telah memiliki sejumlah lokasi binaan PKL di Kota Bandung. Namun, tidak semua lokasi tersebut berada di jalur BRT. Penataan PKL di koridor BRT, mengikuti pengaturan berdasarkan peraturan wali kota sebelumnya yang membagi kawasan dalam zona merah, kuning dan hijau.
“Kami memang memiliki beberapa lokasi PKL binaan, tetapi tidak semua berada di jalur BRT. Lokasi binaan yang sudah ditetapkan pasti kami bina. Untuk PKL di jalur BRT ini, prosesnya masih pendataan,” ujar dia.
Menurut ia, pembinaan khusus untuk PKL di jalur BRT baru dapat dilakukan setelah data resmi diterima pemerintah kota. “Bicara pembinaan ke depan, datanya harus ada dulu. Kami masih menunggu. Nanti tim DED Kemenhub akan menyerahkan datanya ke pak wali kota, mungkin melalui KUKM atau dengan bersurat langsung,” jelasnya.
Rajasa memastikan hingga kini belum ada langkah pembinaan tambahan bagi PKL di koridor BRT tersebut. “Belum. Karena datanya belum kami terima utuh. Jadi kami masih menunggu,” tandas dia.
Editor : JakaPermana

