Pemerintah Diminta Mendukung Moderenisasi Industri Mesin

Saat ini sektor industri di Indonesia, terutama pada moderenisasi mesin di berbagai sektor, dinilai berjalan sangat lamban. Hal itu di ungkap Busines Forum Indonesia.

Pemerintah Diminta Mendukung Moderenisasi Industri Mesin
Saat ini sektor industri di Indonesia, terutama pada moderenisasi mesin di berbagai sektor, dinilai berjalan sangat lamban. Hal itu di ungkap Busines Forum Indonesia./Caesar Yudistira

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini sektor industri di Indonesia, terutama pada moderenisasi mesin di berbagai sektor, dinilai berjalan sangat lamban. Hal itu di ungkap Busines Forum Indonesia.

Bahkan kolaborasi pentahelix dari berbagai pihak dinilai masih berjalan masing-masing.

"Masih lambat (modernisasi mesin di industri)," ucap Ketua Umum CEO Busines Forum Indonesia Jahja B Soenarji di sela-sela acara Machinex The Industrial Network di Hotel Hilton, Kamis (26/10/2023).

Karena perlu adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai akademisi, untuk membantu modernisasi mesin di sektor industri. Namun, kolaborasi pentahelix tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

"Dukungan pemerintah sangat diperlukan, akademisi sudah berperan tapi tidak bisa jalan sendiri-sendiri," kata dia.

Jahja melanjutkan media massa turut mendorong percepatan modernisasi mesin di sektor industri melalui literasi. Ia mengatakan kegiatan Machinex Expo yang akan digelar akhir November dengan melibatkan 500 supplier dari China bagian dari transfer teknologi pengetahuan.

Produk yang akan dipamerkan yaitu logistic services, logistic equipment, fastener, printing and packaging, food dan power transmission. "Acara ini sangat baik sekali bukan acara untuk berjualan tapi ingin membangun jaringan hubungan Indonesia dengan China," kata dia.

Ia menilai sektor industri di Indonesia membutugkan modernisasi atau otomatisasi. Salah satu negara yang memproduksi mesin cukup baik dengan harga kompetitif yaitu China.

"Kita membutuhkan modernisasi, otomatisasi dan tentu membutuhkan mesin. Salah satu negara yang memproduksi mesin cukup baik bukan hanya barat tapi Tiongkok," kata dia.

Ia mengatakan mesin-mesin untuk sektor industri di China memiliki kualitas yang baik dan lebih murah dibandingkan yang diproduksi Amerika. Pengusaha Indonesia pun dapat mengenal lebih jauh pengusaha Tiongkok.

Deni W Kurnia Eks Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai menilai kegiatan machinex expo pada November nanti merupakan bagian dari proses transfer pengetahuan tentang mesin di China. Ia menilai transfer pengetahuan sangat penting bagian dari modernisasi mesin industri. *** (Caesar Yudistira)


Editor : JakaPermana