Pemkab Sumedang Siapkan Cadangan Pangan Bagi Petani Tedampak Kemarau

Pemkab Sumedang menyiapkan bantuan beras dari CPPD bagi para petani yang gagal panen akibat kekeringan

Pemkab Sumedang Siapkan Cadangan Pangan Bagi Petani Tedampak Kemarau
Petani memindahkan karung berisi gabah hasil panen pada masa tanam I 2026 di areal persawahan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ANTARA

INILAHKORAN.ID - Pemkab Sumedang, menyiapkan bantuan beras dari Cadangan pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi para petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi warga selama musim kemarau.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menginstruksikan seluruh aparatur wilayah untuk sigap mendata dan melaporkan warga yang terdampak kemarau agar bantuan dapat segera disalurkan.

"Jangan sampai ada warga, termasuk petani, yang kesulitan makan akibat kemarau panjang. Di Dinas Pertanian ada cadangan pangan pemda, begitu pula di Dinsos, BPBD, hingga Baznas. Segera bantu jika memang harus ditangani," tegas Dony di Sumedang seperti dikutip dari Antara, Senin (27/7/2027).

Ia mengimbau para camat dan kepala desa untuk aktif memantau kondisi masyarakat secara langsung di lapangan demi memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.

Penyaluran bantuan ini berpedoman pada Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Cadangan pangan Pemerintah Daerah. Regulasi tersebut menetapkan ambang minimal cadangan pangan sebesar 220 ton setara beras pada tahun 2026 guna mengantisipasi dan menanggulangi kerawanan pangan akibat bencana maupun kondisi darurat.

Di sisi lain, Kabupaten Sumedang sejatinya merupakan salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat. Pada tahun 2025, produksi padi daerah tersebut mencapai sekitar 294 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan daerah yang berada di angka 103 ribu ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 191 ribu ton beras.

Kendati demikian, dampak kekeringan tetap mengancam sebagian wilayah. Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang mencatat sekitar 150 hektare sawah di Desa Sarimekar dan Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal, mulai terdampak kemarau. Lahan tersebut merupakan sawah Indeks Pertanaman (IP) 1, yang berarti petani hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun.

Kepala DPKP Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menyampaikan bahwa pihaknya tengah memverifikasi data calon penerima bantuan, khususnya bagi petani yang mengalami penurunan hasil produksi lebih dari 50 persen.

"Kami turun ke lapangan untuk memverifikasi calon penerima. Petani yang mengalami penurunan produksi di atas 50 persen akan mendapatkan bantuan beras sebesar 10 kilogram per petani," jelas Tono.

Selain bantuan pangan, Pemkab Sumedang juga mengupayakan solusi jangka panjang melalui perbaikan infrastruktur. DPKP berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki saluran irigasi sekunder yang rusak, sembari menyiapkan pembangunan jaringan irigasi tersier sesuai dengan kewenangannya.


Editor : Ahmad Sayuti