Pemkot Bandung Dorong Wisata Tematik dengan Sentuhan Komunitas Lokal

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, setiap kecamatan di Bandung menyimpan potensi budaya yang besar dan unik yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Pemkot Bandung Dorong Wisata Tematik dengan Sentuhan Komunitas Lokal
Pemkot Bandung Dorong Wisata Tematik dengan Sentuhan Komunitas Lokal
INILAHKORAN, Bandung - Kota Bandung tengah mengambil langkah strategis menjadi destinasi wisata tematik yang mengedepankan kekayaan budaya, dan keterlibatan komunitas lokal.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, setiap kecamatan di Bandung menyimpan potensi budaya yang besar dan unik yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Bandung kaya akan budaya lokal di tiap kecamatan. Kami ingin menjadikan kekuatan ini sebagai identitas wisata tematik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif warga,” kata Erwin, Sabtu 26 Juli 2025.
Menurut ia, Pemkot Bandung saat ini tengah fokus mengembangkan sejumlah kawasan wisata dengan tema dan ciri khas berbeda. Di antaranya, Kampung Belekok di Kecamatan Gedebage yang dikenal dengan seni benjang serta Teras Cihampelas yang direncanakan menjadi taman tematik sekaligus pusat UMKM.
“Konsep wisata berbasis komunitas ini memungkinkan pelaku budaya lokal, UMKM dan komunitas seni berperan aktif. Ini lebih dari sekadar atraksi, ini adalah gerakan bersama untuk membuat Bandung lebih hidup dan berkelanjutan,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kawasan wisata unggulan seperti wisata heritage di kawasan Asia Afrika dan Braga, wisata edukatif di Taman Lalu Lintas dan Museum Geologi serta wisata budaya di Saung Angklung Udjo.
Penguatan ekosistem wisata juga menjadi prioritas melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan media.
Bandung adalah kota jasa sekaligus kota wisata. Namun, kami ingin wisata di sini bukan hanya soal kunjungan. Melainkan pengalaman dan keterlibatan. Oleh karena itu, semua program diarahkan dengan pendekatan kolaboratif dan tematik,” ucapnya.
Erwin menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembentukan Satgas Premanisme, penambahan penerangan jalan umum, pemasangan CCTV hingga kemudahan perizinan bagi pelaku usaha pariwisata.
Bandung harus terasa aman, nyaman dan menyenangkan. Kami ingin pengunjung datang, lalu ingin kembali lagi,” ujar dia.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung pengembangan sektor pariwisata yang menyatu dengan kehidupan kota.
Bandung bukan sekadar kota, tapi jiwa. Nikmati kuliner, hiburan dan keramahan warga Bandung. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik untuk wisatawan,” pungkasnya. *


Editor : Firda Rachmawati