Pemkot Bandung Percepat Pembangunan Kolam Retensi

Dua proyek kolam retensi tambahan saat ini tengah dikerjakan, dan ditargetkan pada 2026 terdapat total 30 kolam retensi yang berfungsi di berbagai titik rawan genangan.

Pemkot Bandung Percepat Pembangunan Kolam Retensi

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir. 

Dua proyek kolam retensi tambahan saat ini tengah dikerjakan, dan ditargetkan pada 2026 terdapat total 30 kolam retensi yang berfungsi di berbagai titik rawan genangan.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, pembangunan kolam retensi menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Selain itu, pemerintah juga menggencarkan program “mapag hujan” sebuah gerakan gotong royong yang melibatkan masyarakat untuk membersihkan saluran air, sungai dan drainase lingkungan.

“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan warga dalam menghadapi potensi banjir. Kami ingin masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan,” kata Erwin pada Selasa 11 November 2025.

Menurut ia, upaya penanganan banjir tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Pemerintah juga menekankan pentingnya penegakan aturan tata ruang, terutama terhadap bangunan yang menghambat aliran air. Pihaknya mengaku, kerap turun langsung ke lapangan untuk menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.

“Untuk kasus yang menghambat jalur utama drainase, pemerintah akan bertindak tegas demi keselamatan warga,” ucapnya.

Erwin menambahkan, penanggulangan banjir di Kota Bandung juga bergantung pada perilaku masyarakat. Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana itu, dinilai efektif dalam mencegah genangan.

“Melalui kombinasi antara pembangunan infrastruktur, edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kami optimistis, persoalan banjir di Kota Bandung dapat semakin terkendali di masa mendatang,” ujar dia.


Editor : Ahmad Sayuti