Pemkot Bandung Tangani Banjir di Rancabolang dan Sekitarnya
Banjir meluas hingga masuk ke Kota Bandung, menunjukkan betapa terhubungnya persoalan air di wilayah Bandung Raya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - banjir meluas hingga masuk ke Kota Bandung, menunjukkan betapa terhubungnya persoalan air di wilayah Bandung Raya.
Dampaknya tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat di beberapa titik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, keprihatinannya atas bencana yang menelan korban di wilayah Banjaran sekaligus mengakui dampaknya kini dirasakan hingga ke Kota Bandung.
“banjir di Banjaran itu menelan korban, kita sangat prihatin. Tetapi ternyata juga berdampak ke Kota Bandung,” kata Farhan, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, salah satu wilayah yang hingga kini masih terdampak cukup parah adalah Rancabolang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, saat ini baru mampu memberikan bantuan yang bersifat darurat kepada warga. “Rancabolang itu sekarang masih belum teratasi. Sejauh ini, kita baru memberikan bantuan yang sifatnya darurat kepada warga Rancabolang,” ucapnya.
Farhan juga memastikan, akan kembali meninjau lokasi terdampak memantau langsung kondisi warga dan percepatan penanganan. “Nanti saya akan datang lagi ke sana, memastikan warga Rancabolang bisa segera diatasi permasalahannya,” ujar dia.
Sambung dia, dampak banjir juga dirasakan di sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di kawasan Rancanumpang dilaporkan terdampak, salah satunya SD Sondaria. Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar terganggu, dan membutuhkan penanganan segera.
“Beberapa sekolah di daerah Rancanumpang juga sangat terdampak, di antaranya SD Sondaria. Kita akan berusaha memperbaiki, karena penanganannya sekarang terus terang masih sangat darurat,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya curah hujan menjadi salah satu penyebab utama meluapnya sungai di wilayah tersebut. Namun, upaya pengaliran air ke wilayah selatan juga mengalami hambatan karena daerah hilir masih dalam kondisi banjir termasuk di wilayah Kabupaten Bandung hingga Tegalluar.
“Karena curah hujan tinggi, sungai meluap. Ketika diarahkan ke selatan juga tidak bisa, karena di Kabupaten Bandung ke arah Tegalluar juga banjir,” ujar dia.
Kondisi tersebut, memaksa pemerintah melakukan penanganan secara bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Bandung. Koordinasi intensif terus dilakukan mengingat banjir yang terjadi tidak mengenal batas administratif wilayah. “Jadi kita sekarang menangani bersama-sama, komunikasi juga sangat erat dengan Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Dalam situasi saat ini ditambahkan Farhan, penggunaan pompa menjadi satu-satunya solusi yang bisa dilakukan mengurangi genangan air. Namun, keterbatasan kondisi di hilir membuat upaya tersebut belum optimal. “Pompa, hanya pompa. Di hilir masih tinggi, jadi sulit. Jadi kita pompa, tidak ada cara lain untuk sekarang,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana

