Pemkot Bogor Paparkan Strategi dalam Menekan Angka Stunting
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memaparkan berbagai strategi yang disiapkan dalam menekan angka stunting di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memaparkan berbagai strategi yang disiapkan dalam menekan angka Stunting di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, di Kota Bogor masih banyak PR. Pasalnya, dua tahun terakhir angka Stunting naik dari sebelumnya 16 persen menjadi 18,7 persen, padahal pertumbuhan ekonomi Kota Bogor ada di atas rata-rata.
"Jadi yang harus kita lakukan, pertama semuanya harus bergerak, pasukannya harus lengkap semuanya harus tahu apa yang dilakukan. Kedua tugasnya harus jelas, semua harus paham apa yang dilakukan dan ketiga edukasi," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan dua pendekatan penanganan Stunting, yaitu pendekatan spesifik dan pendekatan sensitif.
Pendekatan spesifik yang terkait dengan kesehatan intervensinya 30 persen dan pendekatan sensitif yang terkait dengan lingkungan dan infrastruktur intervensinya 70 persen.
"Dua pendekatan ini kami coba kolaborasikan menjadi satu bagian utuh. Di wilayah yang dilakukan pembinaan, ibu-ibunya sudah tereduksi, semoga manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang, yakni ada perubahan perilaku, perubahan mindset dan perubahan pola asuh," ungkap Rudy Mashudi, Senin 13 Februari 2023.
Rudi melanjutkan, data Stunting Kota Bogor yang dikeluarkan dari pemerintah pusat mengalami kenaikan menjadi 18,7 persen. Data ini berbeda dengan data yang data yang dimiliki Dinkes Kota Bogor yang mana angka Stunting di Kota Bogor hanya 3,5 persen sesuai dengan angka saat Bulan Penimbangan Balita (BPB) Agustus 2022 lalu.
"Pemerintah pusat tetap menggunakan data dari pusat. Nah pada saat roadshow Menteri Kesehatan ,(Menkes) hampir semua yang kota/kabupaten menyatakan ingin ada integrasi data atau sinkronisasi data karena rata-rata di Kabupaten/Kota angkanya juga berbeda dengan BPB," tuturnya.
Rudy membeberkan, Pemkot Bogor juga bekerjasama dengan Warga Upadaya dan Child Fund Internasional rutin menggelar diseminasi Program Percepatan Penurunan Stunting Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor Phase).
"Kerja sama Pemkot Bogor dengan Warga Upadaya dan Child Fund Internasional yang sudah masuk tahun ketiga sejak 2020, 2021 dan 2022. Di 2021 dilakukan di dua kelurahan, yakni kelurahan Pasirkuda dan Pasirjaya. Kemudian di 2022 kemarin dilakukan di 4 kelurahan, yakni kelurahan Pamoyanan, Mulyaharja, Rangga Mekar, Babakan Pasar," tandasnya.
Rudy menerangkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dari hasil pembinaan selama tiga bulan. Pembinaan yang dilakukan yakni dengan memberikan edukasi kepada peserta potensial, terutama pada ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun tak terkecuali yang berisiko Stunting.
"Dalama pembinaan, para ibu diajarkan terkait dengan pola pengasuhan, pangan gizi dan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS)," terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, di Kota Bogor masih banyak PR. Pasalnya, dua tahun terakhir angka Stunting naik dari sebelumnya 16 persen menjadi 18,7 persen, padahal pertumbuhan ekonomi Kota Bogor ada diatas rata-rata.
"Jadi yang harus kita lakukan, pertama semuanya harus bergerak, pasukannya harus lengkap semuanya harus tahu apa yang dilakukan. Kedua tugasnya harus jelas, semua harus paham apa yang dilakukan dan ketiga edukasi," tuturnya.*** (Rizki Mauludi)
Editor : Ghiok Riswoto

