Pemkot Cimahi Evaluasi Penyelenggaraan PTMT,Kesehatan dan Keselamatan Hal Utama

Pemkot Cimahi menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

Pemkot Cimahi Evaluasi Penyelenggaraan PTMT,Kesehatan dan Keselamatan Hal Utama
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi Ngatiyana.

INILAHKORAN, Cimahi,- Pemkot Cimahi menggelar rapat evaluasi terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Rakor evaluasi tersebut sebagai upaya anisipasi PTMT menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Terlebih, Pemkot Cimahi menyadari tidak semua sekolah yang saat ini menerapkan PTMT memiliki dukungan sarana dan prasarana yang sama dalam mendukung penerapan rotokol kesehatan.

Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan yang juga Ketua Pelaksana, Maria Fitriana mengungkapkan, pandemi Covid-19 tak bisa dipungkiri berdampak begitu besar pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam aspek pendidikan.

Baca Juga: Soal Pekerjaan Jalan di Wilayah Selatan Minus 15 Persen, Sekda Sebut Ada Indikasi Ini

Karena itulah menurut Maria, upaya pencegahan penularan virus Corona dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru yang salah satunya mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak dan membatasi harus terus dikawal.

Hal itu pun menurutnya menjadi fokus termasuk dalam kegiatan belajar mengajar yang saat ini sudah berjalan dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Menurut Maria, seperti diketahui seiring dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama 4 Menteri mengenai panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, Kota Cimahi telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Buntut Pernyataan Kontroversial, Netizen Ramai-ramai Bikin Tagar Pecat Yaqut

Sebagai upaya untuk penyempurnaan kegiatan belajar mengajar di masa Pandemi Covid-19, karena itulah Pemkot Cimahi menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Tingkat Kota Cimahi Tahun 2021.

Menurutnya, tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk mengkoordinasikan antara perangkat daerah dengan pihak sekolah mengenai PTMT, sosialisasi protokol kesehatan di sekolahan di masa pandemi Covid-19 serta evaluasi pelaksanaan PTMT di sekolah.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengungkapkan, pelaksanaan PJJ akibat pandemi Covid-19, tak bisa dipungkiri cukup berdampak terhadap adanya penurunan hasil belajar peserta didik.

Baca Juga: Pantau Arus Lalu lintas, Dishub KBB Bakal Pasang CCTV Canggih

Menurutnya, penurunan hasil belajar peserta didik terjadi karena berbagai hal seperti belum meratanya akses fasilitas pendukung belajar, baik karena faktor wilayah ataupun karena latar belakang sosial ekonomi orang tua.

Hal ini memberikan dampak negatif bagi peserta didik diantaranya ancaman putus sekolah, penurunan capaian belajar, kendala tumbuh kembang anak serta tekanan psikososial dan kekerasan terhadap anak.

Karena itulah menurut Ngatiyana, PTMT diharapkan menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 dengan berbagai catatan seperti tersedianya sarana prasarana kegiatan pembelajaran, infrastruktur kebersihan yang memadai, vaksinasi yang lengkap bagi seluruh tenaga pengajar, dan kesiapan orang tua peserta didik.

Baca Juga: Sinopsis Buku Harian Seorang Istri, Hari Ini 25 Oktober 2021: Alya Kena Sial, Alvin Tenang di Pangkuan Nana

Ngatiyana menegaskan, kesehatan dan keselamatan semua warga merupakan prioritas termasuk juga di satuan pendidikan merupakan prioritas utama dalam PTMT tersebut.

"Kesehatan dan keselamatan wajib menjadi pertimbangan dalam menetapkan kebijakan PTM pada masa pandemi Covid-19,” ujar Ngatiyana saat membuka rakor evaluasi PTMT, Senin 25 Oktober 2021.

"Oleh karena itu, satuan pendidikan harus menyiapkan alternatif PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan atau PJJ sehingga orang tua atau wali peserta didik dapat memilih PTM atau PJJ bagi anaknya,” lanjut Ngatiyana.

Baca Juga: Kabur Dari RSJMM, Pasien Ini Berencana Bunuh Diri Melompat dari Jembatan

Ngatiyana juga berpesan kepada seluruh warga satuan Pendidikan untuk menjaga protokol Kesehatan selama melakukan PTMT. "Yang paling utama adalah penegakan protokol Kesehatan, jangan sampai terjadi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah atau tempat-tempat Pendidikan,” ujarnya.

Ngatiyana mengatakan dengan tegas apabila ditemukan kasus positif aktif Covid-19 di lingkungan sekolah maka Kepala Dinas dan Perangkat Daerah berhak untuk menghentikan kegiatan PTMT, meskipun sampai dengan saat ini di Kota Cimahi belum ada laporan konfirmasi positif Covid 19 selama pelaksanaan PTM.***


Editor : inilahkoran