Pemkot Cimahi Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto dari Peternak di Cipageran

Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudisthira menerima langsung sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1446 H, Senin 2 Juni 2025.

Pemkot Cimahi Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto dari Peternak di Cipageran
Seekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang diberi nama Dong Dong itu berusia 5 tahun dan memiliki bobot seberat 1,2 ton. Sapi itu diketahui milik Atep Purnairawan (53) peternak asal Kampung Torobosan, RT 04/RW 12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudisthira menerima langsung sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1446 H, Senin 2 Juni 2025.

Seekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang diberi nama Dong Dong itu berusia 5 tahun dan memiliki bobot seberat 1,2 ton. Sapi itu diketahui milik Atep Purnairawan (53) peternak asal Kampung Torobosan, RT 04/RW 12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

"Saya selaku Wali Kota Cimahi mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan bantuan seekor sapi kurban yang sangat besar dengan berat 1,2 ton," kata Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

"Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat Kota Cimahi," sambungnya.

Rencananya, Don Dong bakal disembelih di Masjid Agung Kota Cimahi usai pelaksanaan salat Iduladha. Selain, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Pemkot Cimahi juga bakal melaksanakan kurban di Masjid Agung Kota Cimahi.

"Jadi selain bantuan dari Presiden, kami juga bakal melaksanakan kurban sapi dan  disembelih di sana," jelasnya.

Ngatiyana menuturkan, sapi ini diurus Atep Purnairawan, warga RW12 Kelurahan Cipageran. Ada dua sapi yang diternakan hingga bobotnya 1 ton lebih, yakni Dong Dong berusia 5 tahun dan Bon Bong usia 4 tahun.

"Sapi yang usia 5 tahun ini berat awalnya sekitar 600 kilogram dan kini sudah mencapai 1,2 ton," tuturnya.

Ngatiyana berharap, dengan keberhasilannya dalam berternak pihaknya berharap Atep Purnairawan bisa memberikan edukasi kepada peternak lainnya di sekitar Cipageran.

"Jadi kami meminta pak Atep untuk memberikan edukasi terkait bagaimana berternak sapi kepada masyarakat. Khususnya yang ada di Cipageran karena di wilayah atas Cipageran ini banyak peternak sapi," ucapnya.

Menurutnya, Atep harus mengedukasi agar para peternak sapi lainnya bisa mengurus sapi hingga gemuk. Sebab, makanan yang diberikan untuk sapi tidak sembarangan, melainkan menggunakan bahan fermentasi yang vitaminnya tinggi sehingga sapi cepat gemuk.

"Sapi jenis limosin bernama Dongdong ini menjadi bukti nyatanya," ucapnya.

Tak cuma itu, Ngatiyana memastikan hewan kurban yang berada di wilayahnya sudah melewati tahapan pemeriksaan oleh tim pemeriksa hewan yang berjumlah 30 orang.

"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga sudah dilakukan dan sudah dibentuk tim dengan jumlah 30 orang yang terjun langsung ke masyarakat untuk memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban," paparnya.

Dengan begitu, sambung Ngatiyana, bisa dipastikan kesehatan hewat kurban tersebut benar-benar fit, sehat, dan tidak membahayakan ketika dikonsumsi.

"Bahkan, beberapa dokter hewan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dispantan Kota Cimahi sudah mengecek hewan kurban," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani