Pemkot dan IPB University Siap Ciptakan Masterplan Kawasan Agrowisata Halal

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University akan membuat masterplan kawasan agrowisata halal di Kelurahan Rancamaya Bogor Selatan

Pemkot dan IPB University Siap Ciptakan Masterplan Kawasan Agrowisata Halal
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University akan membuat masterplan kawasan agrowisata halal di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University akan membuat masterplan kawasan agrowisata halal di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

Pembuatan masterplan kawasan agrowisata halal dilakukan setelah adanya penandatanganan kerja sama oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat di Ruang Sidang Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PSP3 - LPPM) IPB University, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

"Alhamdulillah MoU Jum'at kemarin sudab ditandatangani. Kalau dilihat dari lokasinya (kawasan agrowisata halal) memang bagus dan dari IPB University juga jatuh cinta," ungkap Syarifah pada Minggu 27 Maret 2022.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Minggu 27 Maret 2022: Al Batalkan Rencana ke Amerika Demi Andin?

Syarifah memaparkan, untuk luasan kawasan agrowisata halal ada kurang lebih 9 hektar, pada saat membuat master plan sudah ada beberapa floating dan ada beberapa yang sudah digunakan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

"Ada beberapa juga yang kami rencanakan menjadi kebun durian dan kopi. Kedepan lokasi Rancamaya akan dibangun kawasan agrowisata. Di sisi lain, aksesibilitas strategis mengingat dekat dengan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) yang memungkinkan ke Bogor, Sukabumi, Cianjur bahkan Jakarta, sehingga mendukung untuk suplai," tutur Syarifah.

Syarifah mengaku tertarik dengan konsep IPB University, karena hal tersebut membuat UMKM halal food atau semacam smart halal food center. Apalagi master plan kawasan agrowisata halal sinergi dengan kebijakan Pemkot Bogor yang sejak tahun 2010 telah menerbitkan Perwali Kota Halal.

Baca Juga: Mohammed Rashid Dipastikan Absen Saat Persib Hadapi Barito Putra di Laga Terakhir

"Harus diakui memang kurang berjalan dengan baik, tapi dengan adanya kesepakatan ini semoga jadi awal yang lebih baik dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota halal. Kami memiliki 68 UMKM dan baru 0,06 persen yang sudah memiliki sertifikasi halal. Jadi ini gayung bersambut dalam usaha menuntaskan dan meningkatkan yang halal serta lainnya," bebernya.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan, pihaknya merasa sangat senang mendapat kepercayaan dari Pemkot Bogor untuk bersama-sama membuat masterplan kawasan agrowisata halal. Dari masterplan tersebut, ada dua hal yakni masterplan wisata halalnya yang diharapkan bisa membantu Pemkot Bogor dan masyarakat Kota Bogor yang betul-betul fungsional, tidak hanya gambarnya yang indah, tetapi bisa dimanfaatkan untuk perkembangan agrowisata halal.

"Selain itu tentu saja sangat penting tidak hanya dari segi arsitektur, aksesibilitas dan sosial ekonomi harus diperhatikan. Melihat potensi pasar dan pengalaman, kami yakin rencana ini memiliki dampak yang positif. Salah satu contohnya yang ditangkap oleh Korea Selatan, yang kemudian dibuatkan pasar yang representatif. Dalam beberapa hal kami tidak bisa membuat pasar yang bagus kemudian tempatnya pindah. Pasarnya jadi, bangunan fisiknya jadi tapi tempat jualan pisang pindah," terang Dodik.

Baca Juga: Jelang Comeback Grup, Dosie, Yuki dan Ireh PURPLE KISS Dinyatakan Positif Covid-19

Dodik juga mengatakan, pengalaman lain adalah saat melihat Pasar Laladon, dengan kondisinya yang ada, merevitalisasi gedungnya tidak cukup, karena terkadang ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan dan tidak hanya masterplan. Sehingga ia berharap mudah-mudahan bukan hanya gambar, tetapi menjadi upaya bersama agar tempat itu benar-benar bisa fungsional.

"Nanti harus kami kaji juga apakah aksesibilitas, sosial dan ekonomi bisa masuk. Kemudian agrowisata produk halal, tentu saja kami siapkan tidak hanya tempatnya tetapi produknya juga, kemudian ketika produknya ada apakah pembelinya ada atau tidak. Nah ini yang harus kami diskusikan untuk dikerjakan bersama-sama. Kami tidak boleh putus asa, harus optimis, namun tetap berhitung cermat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran