Pemkot Perkuat Kompetensi ASN lewat B-Smart

Aparatur Sipil Negara (ASN) kini dituntut tidak hanya bekerja, tetapi juga terus belajar dan beradaptasi.

Pemkot Perkuat Kompetensi ASN lewat B-Smart
B-SMART CORPU: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meluncurkan B-Smart CORPU untuk memperkuat pengembangan kompetensi ASN di Ballroom Hotel Onih, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (15/7) malam.

INILAH, Bogor - Aparatur Sipil Negara (ASN) kini dituntut tidak hanya bekerja, tetapi juga terus belajar dan beradaptasi.

Menjawab tantangan tersebut, Pemkot Bogor menghadirkan wadah baru untuk membangun birokrasi yang lebih profesional melalui Bogor Smart Corporate University (B-Smart CORPU).

Program ini menjadi langkah Pemkot Bogor dalam memperkuat pengembangan kompetensi ASN secara terintegrasi. Peluncurannya ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama implementasi B-Smart CORPU oleh seluruh kepala perangkat daerah sebagai bentuk dukungan membangun budaya belajar di lingkungan pemerintahan.

Peluncuran dilakukan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, Kepala PT Taspen Cabang Bogor Zul Akbar Yulianto, serta perwakilan Universitas Pakuan di Ballroom Hotel Onih, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (15/7) malam.

Bagi Dedie, B-Smart CORPU bukan sekadar program pelatihan, tetapi fondasi untuk membentuk sumber daya manusia pemerintahan yang unggul, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya harap B-Smart CORPU dapat dikembangkan dimulai dengan membangun sistem. Insya Allah, dengan ikhtiar ini suatu saat SDM Kota Bogor diharapkan mampu mempercepat mewujudkan mimpi masyarakat Kota Bogor menjadi kenyataan,” ujar Dedie.

Menurutnya, pembangunan kualitas ASN harus dimulai dari pemetaan kemampuan, potensi, hingga kebutuhan organisasi. ASN yang memiliki keunggulan nantinya akan dihimpun dalam talent pool untuk dipersiapkan menjadi penggerak perubahan melalui berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas.

Dedie menilai, penguatan nilai organisasi atau corporate value menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi modern. Setiap ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga semangat untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar.

“Saya tekankan pentingnya pemetaan kebutuhan sumber daya manusia bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar diketahui kebutuhan maupun kekurangan ASN yang harus dipenuhi,” katanya.

Di sisi lain, tantangan birokrasi ke depan juga semakin kompleks. Keterbatasan jumlah sumber daya manusia harus diimbangi dengan perubahan cara kerja, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan sistem kinerja yang terukur. (gin)


Editor : Inilahkoran