Pemprov Dukung Penuh Gelaran Forum MPR Dunia OKI Pekan Depan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) siap mendukung penuh gelaran konferensi internasional Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Syuro negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Kota Bandung pekan depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) siap mendukung penuh gelaran konferensi internasional Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Syuro negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Kota Bandung pekan depan.
50 negara dan dua organisasi dunia diundang untuk berpartisipasi, dimana 15 negara diantaranya Maroko, Yaman, Iran, Malaysia, Mesir, Bahrain dan lain-lain sudah terkonfirmasi turut serta ambil bagian dalam pertemuan multilateral ini.
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono mengatakan, tujuan dari pertemuan tersebut adalah langkah awal tidak lain untuk mengajak parlemen yang ada di sejumlah negara ikut andil dalam merumuskan tatanan dunia yang damai. Seiring dengan adanya krisis global yang terjadi, mencakup disrupsi akibat teknologi informasi, friksi beberapa negara, pemanasan global, bencana hingga pandemi Covid-19.
“Kegiatannya pada 24-26 Oktober, ada beberapa negara dan Jawa Barat menjadi tuan rumah. Pelaksanaannya di Kota Bandung, di Gedung Merdeka. Ini tidak lepas dari history pada Tahun 1955, ketika Konferensi Asia-Afrika. Ada 50 negara dan dua organisasi internasional yang kita undang. Tujuannya, adalah penguatan parlemen negara dalam rangka mewujudkan tatanan dunia yang damai,” ujarnya dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) Volume 106, dengan tema Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Dewan Syuro Negara-negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam, di Gedung Sate, Kamis (20/10/2022).
“Semua negara pastinya ingin mewujudkna ketertiban dunia, mengingat kondisi saat ini yang kita pahami penuh akan ketidakpastian. Tentu memerlukan kerjasama antar negara, oleh karena itu kami inisiasikan lembaga sejenis yang memiliki concern disitu. Sinergi antar lembaga tidak hanya parlemen, negara, juga organisasi non negara. Sehingga dengan terbangunnya sinergi yang baik maka semakin memperkuat tujuan ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ma’ruf berharap, pasca pertemuan dalam forum ini dapat menggiring dibentuknya organisasi yang diikuti parlemen dari negara peserta dalam mencari solusi terhadap masalah universal, seiring dengan perkembangan pada saat ini.
“Hadirnya forum ini diharapkan dapat menjadi jalan dibentuknya organisasi MPR dunia dalam gotong royong, yang akan membuatnya menjadi lebih ringan dalam mencari solusi masalah universal. Baik masalah Hak Asasi Manusia, religi, budaya, maupun peperangan. Kita harap, selain suksesnya penyelenggaraan juga dapat memengaruhi publikasi meluas secara internasional, serta penguatan hubungan diplomatik antar lembaga negara,” ucapnya.
Dipilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah kata Ma’ruf, selai bertujuan mengenang history akan pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika, juga bertujuan mendorong mempromosikan kearifan lokal yang ada terhadap mancanegara.
“Pemilihan tempat, ada pertimbangan terhadap pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka dimana secara history dapat menjadi spirit. Lalu dulu MPR ini juga pernah berkantor disini pada waktu tahun 60 hingga 70an. Tentunya Bandung dengan segala kearifan lokal, heritage dan lain-lain sepatutnya dipromosikan ke mancanegara,” terangnya.
“Dalam forum ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi, wakil presiden, lembaga MPR, DPR, sejumlah kementerian terkait dan tentunya Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga kita harapkan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan aman,” sambungnya.
Sementara Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana memastikan, pihaknya mendukung penuh gelaran forum tersebut agar berjalan lancar dan sukses. Terlebih ini adalah acara internasional yang melibatkan sejumlah negara di dunia, dengan harapan memberikan dampak positif bagi Jabar, khususnya Kota Bandung.
“Kita akan membantu kegiatan ini sepenuhnya, ditanggapi serius sebagai tuan rumah. Tentunya sekaligus mempromosikan Kota Bandung yang pernah menjadi tempat inisiasi besar pada Konferensi Asia-Afrika, dalam mendorong keadilan dan ketertiban dunia. Semangat menyelesaikan masalah-masalah tersebut memiliki dampak panjang, juga branding akan Kota Bandung ini harus kita jaga. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat membawa barokah bagi Jawa Barat. Benefit atau efek domino dari acara ini harus kita maksimalkan,” tandasnya. (Yuliantono)
Editor : JakaPermana

