Pemprov Jabar Bakal Terus Massifkan Sosialisasi Kendaraan Listrik
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih mengungkapkan, pemerintah provinsi bakal terus memassifkan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih mengungkapkan, pemerintah provinsi bakal terus memassifkan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle di Jabar.
Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan. Dimana pada 2020 baru lima kendaraan listrik di Jabar. Sampai akhirnya di 2024, kendaraan listrik roda empat tembus di angka 5.693 kendaraan.
Demikian pula untuk kendaraan roda dua, dari hanya 555 kendaraan di 2021 dan terakhir pada 2024 sudah 23.770 kendaraan.
"Di masyarakat, kayak ayam dan telur. Bagaimana infrastrukturnya? Demikian juga investornya, gimana penggunanya? Akhirnya pemerintah intervensi dengan 30 perangkat daerah menggunakan kendaraan listrik. PLN pun langsung membangun 100 SPKLU. Jadi perlu intervensi dari pemerintah, untuk memberikan keyakinan pada masyarakat," ujarnya, Kamis 23 Januari 2025.
"Alhamdulillah, sosialisasi kita kepada masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik cukup berhasil," imbuhnya.
Soal stigma kendaraan listrik yang masih mahal, Ai menilai sejatinya penggunaan kendaraan listrik membuat pengeluaran lebih hemat.
Tidak hanya itu, ada hal positif yang lebih besar dari kendaraan listrik. Yakni mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab sejumlah bencana.
Maka dari itu, sejak 2020 sambung dia, Pemprov Jabar terus berupaya agar terjadi transisi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.
"Lebih mahal dampak apabila tidak segera melakukan penyelamatan lingkungan melalui penurunan emisi karbon. Desember 2024 kami mengembangkan Simojang yang memantau penggunaan kendaraan listrik. Ada penghematan dan turunnya emisi yang sama dengan penanaman 10 ribu pohon angsana. Tidak hanya polusi, tapi kontribusi ke lingkungan juga signifikan," ungkapnya.
Sebab itu, Pemprov Jabar kata dia bakal terus memassifkan transisi ke kendaraan listrik. Termasuk melalui program konversi kendaraan roda dua berbahan bakar minyak ke listrik.
"Kita juga sudah bekerjasama dengan pusat, memfasilitasi bengkel konversi supaya tersertifikasi. Juga sekolah, kita beri bantuan toolkit," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

