Pemprov Jabar Minta Selalu Waspada Ancaman Gempa Megathrust Sesar Lembang

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin kembali mengingatkan dan meminta, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa megathrust yang ditimbulkan Sesar Lembang.

Pemprov Jabar Minta Selalu Waspada Ancaman Gempa Megathrust Sesar Lembang

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin kembali mengingatkan dan meminta, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa megathrust yang ditimbulkan sesar Lembang.

Khususnya bagi Bandung Raya, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi yang memang dilintasi oleh sesar Lembang.

Alat peringatan kata Bey Machmudin, harus disiapkan. Serta tentunya literasi masyarakat harus ditingkatkan, untuk menyiasati apa yang harus dilakukan ketika bencana gempa terjadi.

"Gedung-gedung harus kita ingatkan. Peringatan harus ada," ujar Bey Machmudin usai apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 30 Oktober 2024.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung Teguh Rahayu menambahkan, hanya gempa bumi yang tidak bisa diprediksi kapan, dimana dan berapa besar magnitudonya terjadi.

Pihaknya hanya mampu memantau aktivitas seismik yang terjadi, jelang bencana gempa terjadi. Maka dari itu, terpenting adalah bagaimana masyarakat waspada, peduli dan memahami terkait potensi ancaman bencana yang terjadi di sekitarnya.

"Peralatan semua on, baik sensor maupun diseminasinya berupa WRS. Sensor ada di 33 lokasi di seluruh Jawa Barat. Begitu juga dengan diseminasi WRS receiver system berada di seluruh BPBD," ucapnya.

Semua peralatan tersebut kata Ayu, akan memberikan informasi dan mencatat getaran ketika terjadi gempa, mengukur kekuatan magnitudo.

Namun tidak dapat memberi peringatan dari jauh hari, sehingga masyarakat diharapkan mampu memiliki pengetahuan luas, terkait apa yang harus dilakukannya kala gempa bumi terjadi.  


Editor : Ahmad Sayuti