Pemprov Jabar Segera Panggil 2.500 SPPG, Minta Segera Urus SLHS

Dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memanggil 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk melakukan evaluasi buntut banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemprov Jabar Segera Panggil 2.500 SPPG, Minta Segera Urus SLHS

INILAHKORAN, Bandung - Dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memanggil 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk melakukan evaluasi buntut banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengatakan, pemanggilan SPPG ini memang atas instruksi Badan Gizi Nasional dan di sejumlah provinsi telah berjalan. Sebab itu, SPPG di Jabar akan segera dipanggil dalam waktu dekat.

"Akan kita kumpulkan, termasuk juga ahli gizinta dan dari tim QC (quality control) juga. Dalan waktu dekat, secepatnya. Kita sedang persiapkan tempatnya," ujar Erwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 8 Oktober 2025.

Dia mengakui, untuk di Jabar sedikit kesulitan dalam memenuhi tempat yang memadai untuk menampung sekitar delapan ribu orang dari 2.500 SPPG.

"Karena nggak ada indoor di Kota Bandung yang bisa menampung," ucapnya.

Dalam pertemuan kelak lanjut Erwan, pihaknya akan menekankan pada pengawasan. Sebab diakuinya, pasti masih banyak SPPG yang belum memiliki ahli gizi dan bersertifikat, seperti Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS), sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) serta sertifikat Halal.

"Nah sekarang diwajibkan semua SPPG mempunyai. Makanya nanti ketika kumpulkan, semua wajib mempunyai sertifikasi, sehingga semua terjamin. Tidak ada lagi yang keracunan," kata Erwan.

Bila ada SPPG yang masih bandel, tidak mengurus kelengkapan administrasi tersebut, dia memastikan Pemprov Jabar akan menutupnya, guna mencegah kasus keracunan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kalau ada SPPG yang tidak mempunyai sertifikasi tersebut, kita tutup. Tidak boleh ada yang beroperasi, yang kira-kira bisa membahayakan penerima dari MBG," ujarnya.

Sementara saat ini seluruh SPPG di Jabar kata Erwan telah ditutup sementara, sampai akhirnya memiliki sertifikat. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti