Pemprov Jabar Siapkan Pembangunan Helipad di RSUD Jampangkulon dan Pameungpeuk
Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam penyediaan helikopter medis di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam penyediaan helikopter medis di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut terus berproses.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan Helipad atau landasan helikopter, di dua rumah sakit tersebut.
"Pembangunan helipad-nya sedang dipersiapkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Vini Adiani Dewi saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Senin 2 Maret 2026.
Di tengah proses tersebut, pihaknya juga kata dia tengah mengumpulkan data mengenai biaya sewa helikopter selama setahun. Di mana rencananya, alokasi pembiayaan penyewaan helikoper dianggarkan pada APBD Perubahan 2026.
"Sekarang kita sedang mencari informasi, sedang dikoordinasikan terkait biaya sewanya. Itu mungkin ada di perubahan. Ini sedang dikomunikasikan dengan BPKAD," ucapnya.
Vini melanjutkan, helikopter medis akan ditempatkan sesuai kebutuhan di RSUD Jampangkulon dan RSUD Pameungpeuk, guna meningkatkan pelayanan kesehatan di kawasan tersebut.
"Sepertinya, karena berdekatan, satu unit untuk berdua. Tapi dilihat dengan anggarannya nanti," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman mengungkapkan, pihaknya tengah mendalami pola sewa helikopter yang memungkinkan direalisasikan dalam waktu relatif cepat. Arahan itu, kata dia, baru disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sekitar sepekan lalu.
"Ini kan baru seminggu yang lalu ya Pak Gubernur memberikan arahan dan ini luar biasa. Kami masih mendalami skema sewa helikopter. Setidaknya ada dua skema, bisa di pergeseran dan perubahan. Nanti kami lihat dulu, yang jelas harus akuntabel," kata Herman.
Dua opsi yang tengah dihitung adalah melalui pergeseran anggaran berjalan atau dimasukkan dalam perubahan APBD. Pemerintah, menurut Herman, tidak ingin terburu-buru tanpa memastikan dasar hukum dan tata kelola keuangan tetap kuat.
Rencana helikopter medis bukan sekadar proyek prestisius. Pemerintah melihat adanya persoalan serius dalam sistem rujukan pasien dari wilayah terpencil menuju rumah sakit rujukan di Kota Bandung. Jarak yang jauh dan kondisi geografis yang ekstrem kerap menjadi faktor risiko bagi pasien dengan kondisi kritis.
"Komitmen Pak Gubernur meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat, sampai muncul gagasan untuk rumah sakit yang jauh, kami bantu fasilitasi helikopter melalui sewa," ucapnya.
Pada tahap awal, prioritas akan diberikan kepada RSUD Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut. Dua rumah sakit ini berada di wilayah selatan yang dikenal memiliki waktu tempuh panjang menuju Bandung.
"Prioritas untuk RSUD yang jauh dari jangkauan, kalau yang dekat masih memungkinkan untuk menggunakan ambulans. Tapi kalau dari Pameungpeuk harus ke Hasan Sadikin, bisa dibayangkan durasinya," tuturnya.
Sembari mematangkan skema pembiayaan, Pemprov Jabar juga mulai menyiapkan infrastruktur dasar berupa helipad di masing-masing rumah sakit prioritas. Di sisi lain, Dinas Kesehatan Jabar memperkuat koordinasi dengan rumah sakit rujukan utama seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Rumah Sakit Santosa di Bandung.
"Kami bisa siapkan helipad di lokasi masing-masing. Dinkes juga sedang koordinasi dengan RSHS dan RS Santosa," katanya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berbicara soal moda transportasi udara, tetapi juga membangun ekosistem layanan rujukan yang terintegrasi. Jika terealisasi, helikopter medis bisa menjadi terobosan dalam mempercepat penanganan pasien gawat darurat sekaligus memperkecil ketimpangan akses layanan kesehatan antara wilayah utara dan selatan Jawa Barat.***
Editor : JakaPermana

