Pemprov Jabar Suntik Rp50 Miliar untuk BIJB dari APBD Murni 2025
Dalam rangka memperpanjang nafas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jabar kembali melakukan penyertaan modal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dalam rangka memperpanjang nafas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jabar kembali melakukan penyertaan modal.
Sebanyak Rp50 miliar dialokasikan dan akan disuntik ke BIJB Kertajati, dari APBD murni Pemprov Jabar 2025.
Ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, dengan Komisi III DPRD Jawa Barat yang ditayangkan di akun YouTube Dedi Mulyadi baru-baru ini.
Dalam diskusi tersebut, setiap tahunnya BIJB Kertajati membutuhkan anggaran minimal sebesar Rp80 miliar.
"Idealnya Rp130 miliar untuk operasionalnya. Minimal Rp80 miliar," kata Anggota Komisi III DPRD Jabar Heri Ukasah pada Dedi Mulyadi.
Pada momen itu, Dedi Mulyadi atau KDM turut mempertanyakan apakah BIJB Kertajati bakal memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Jabar.
Dimana hal ini diakui Heri akan berdampak, mengingat hingga kini BIJB Kertajati memang masih belum sanggup menutupi biaya operasionalnya, apalagi memberikan deviden bagi Provinsi Jabar.
Selain itu, BIJB Kertajati juga memiliki hutang sebesar Rp3 triliun kepada sindikasi 11 bank, dalam perjalanan operasionalnya hingga kini.
Dimana jaminannya, bila gagal bayar akan dilakukan penyitaan terhadap aset BIJB Kertajati.
"Terpenting ini, jangan sampai menjadi hutang kita," kata KDM.
Sisi lain, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin mengakui BIJB masih akan mendapatkan penyertaan modal pada tahun ini, meski terdampak efisiensi anggaran.
"Iya (berdampak), tapi itu sisi yang betul-betul harus diperhitungkan. Tentunya, jujur masalah Kertajati. Ini kan tetap akan kami berikan penyertaan modal," ujarnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 11 Februari 2025.
Terlebih pihaknya telah bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, guna meminta bantuan dalam mencari solusi supaya BIJB Kertajati tumbuh.
"Saya minta waktu ke depan, tidak bisa seperti ini terus. Kami juga sudah minta Pak Menhub, juga Pak Menteri BUMN. Nanti juga akan dipertimbangkan dan dicari jalan keluarnya seperti apa," ucapnya.
Terkait besaran penyertaan modal untuk BIJB Kertajati, Bey mengaku masih tengah dikaji. Termasuk skema yang akan dilakukan, untuk penyelamatannya.
"Apakah mungkin, anggaran dari kami untuk subsidi ke pesawatnya seperti itu. Tapi kami harus hitung betul-betul," terangnya.
Sementara mengenai BUMD lain, Bey mengatakan bahwa sejauh ini mereka dapat berjalan meski tanpa penyertaan modal pada tahun ini.
Pekerjaan rumah terbesar pada BUMD diakuinya hanya BIJB Kertajati, supaya operasionalnya tetap berjalan.
"Kalau yang lain sih masih bisa berjalan. Kalau Kertajati ini di stop, bagaimana operasional kalau masih seperti ini juga. Yang pasti Kertajati. Agro Jabar cashflow sudah ada. Ada hutang tapi bisa berjalan," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

