Pemprov Jabar Targetkan Kemantapan Jalan Rampung Total Tahun Ini
Pemprov Jabar menyebutkan proses penyempurnaan kemantapan jalan milik provinsi sepanjang 2.362,183 kilometer sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menuturkan proses penyempurnaan kemantapan jalan provinsi sepanjang 2.362,183 kilometer sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Herman berharap, kemantapan jalan milik provinsi yang tengah digeber Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) dapat rampung total pada akhir tahun ini.
"Tinggal finishing touch. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita tuntaskan," harap Herman dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Terlebih kata dia, Gubernur Dedi Mulyadi menginginkan proses penyelesaian revitalisasi jalan milik provinsi dapat dirampungkan secepatnya.
"Yang jelas Pak Gubernur menghendaki agar lebih cepat lebih baik, warga Jawa Barat bisa mendapatkan manfaat dari jalan yang leucir," ujarnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady menyambut positif catatan kemantapan jalan milik provinsi, yang sudah menembus 91 persen per akhir Januari 2026 lalu.
Daddy menilai, 91 persen dari total keseluruhan panjang jalan milik provinsi yakni 2.362,183 kilometer setidaknya dapat memastikan proses arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar.
Maka dari itu dia berharap, angka kemantapan jalan provinsi sepanjang 2.149,587 ini dapat dipertahankan oleh Pemprov Jabar.
"Nah, ini di posisi terakhir kemarin, akhir Januari kan 91 persenan kemantapan jalan. Saya berharap sebenarnya itu bisa terus dipertahankan, sehingga target di akhir 2026 ini di 97,5 persen bisa terkejar," ujar Daddy.
Guna memastikan kemantapan jalan ini tidak tergerus, Daddy mengingatkan Pemprov Jabar untuk mengantisipasi sejumlah persoalan.
Salah satunya mengenai banjir, karena bila terjadi kata dia, maka kemantapan jalan akan lebih mudah rusak.
"Kalau terendam air, otomatis ada daya rusak air, terutama terhadap jalan. Ini kalau kita bicara soal jalan, apalagi dikaitkan dengan cuaca, otomatis itu akan berpengaruh," ucapnya.
Selain itu, dia juga meminta kontraktor yang ditunjuk Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar dalam revitalisasi jalan ini bekerja maksimal dan tidak terganggu dengan cuaca.
"Saya khawatir mengurangi umur rencana teknisnya. Kalau umur rencana teknis berkurang, otomatis ketika ada tadi salah satunya misalnya daya rusak air, itu pasti akan menggerus umur rencana teknisnya," katanya.
Maka dari itu pihaknya berharap, Pemprov Jabar melalui DBMPR dapat melakukan pengawasan ketat, guna memastikan kemantapan jalan terjaga, utamanya menghadapi fenomena musiman, yakni arus mudik dan balik Lebaran.
"Kita berharap, ketika arus mudik, kualitas jalan juga diharapkan pada saat kondisi yang baik, sehingga tidak ada gangguan hanya karena kondisi jalan yang tidak baik. Kita berharap tentu saja mereka yang akan mudik mendapat jalan yang cukup baik, sehingga waktu tempuh bisa terprediksi," harapnya.
Editor : Ahmad Sayuti

