Pemprov Jabar Tengah Lakukan Lobi, Harap Groundbreaking TPPAS Legoknangka oleh Presiden Jokowi
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin tengah melakukan lobi, dengan harapan groundbreaking TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung dapat dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin tengah melakukan lobi, dengan harapan groundbreaking TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung dapat dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Sekda Herman mengatakan, pihaknya sangat berharap Presiden Jokowi dapat melakukan seremonial groundbreaking TPPAS Legoknangka, yang rencananya akan dilakukan antara Juli-Agustus ini.
"Kami sedang set up, mudah-mudahan bisa dilakukan oleh Pak Presiden," ujar Sekda Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 8 Juli 2024.
Disinggung mengenai kesiapan pengembang, dimana PT Sumitomo asal Jepang sebagai pemenang lelang, Sekda Herman mengungkapkan kemungkinan pembangunan secara keseluruhan baru dapat dilakukan pada 2025 mendatang.
"Tapi paling tidak (saat ini) sudah ada aktivitas fisik. Kita akan fasilitasi terus, jangan sampai terjebak dengan formalitas," ucapnya.
Dia pun memastikan, Pemprov Jabar akan terus mengawal agar proses pembangunan TPPAS Legoknangka dapat berjalan sesuai rencana, dimana ditargetkan selesai di akhir 2028.
"Kami akan kawal, untuk memastikan apa arahan dari Jakarta (pemerintah pusat) seperti apa," imbuhnya.
Seperti diketahui, penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Jabar Environmental Solution (JES) dan Penjamin Infrastruktur (PII), sudah dilaksanakan di Gedung Sate, Kota Bandung, pada pekan lalu.
Dimana PT Sumitomo bersama konsorsium, berada di bawah naunhan PT JES.
Pembangunan TPPAS Legoknangka yang menelan biaya sekitar Rp4 triliun, diproyeksikan untuk menampung sampah dari Bandung Raya plus Kabupaten Sumedang dan Garut, akan dijadikan PLTSa beremisi rendah.
TPPAS Legoknangka kelak dapat mengolah 1.858-2.131 ton perhari dan menghasilkan listrik mencapai 40 megawatt. Dimana TPPAS Legoknangka sendiri sejatinya telah diinisiasi sejak lama, tepatnya pada 2002 silam untuk mengurai masalah sampah Bandung Raya.***
Editor : JakaPermana

