Pemprov-OJK Luncurkan EGG: Asa Terang dari Kandang

POTENSI bisnis ayam petelur di Jawa Barat masih menyisakan ruang pembiayaan yang besar.

Pemprov-OJK Luncurkan EGG: Asa Terang dari Kandang
EGG: Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman bersama Kepala OJK Jabar Darwisman saat meluncurkan program EGG (Endog Jabar Go Global) baru-baru ini. Program tersebut diarahkan untuk membuka akses kredit bagi para pebisnis.(ISTIMEWA)

Di balik riuhnya kokok ayam dan tumpukan telur di pasar-pasar Jawa Barat, ada sebuah peluang besar yang selama ini tersembunyi di sudut-sudut kandang.

Potensi bisnis ayam petelur di wilayah ini ternyata menyimpan ruang modal yang sangat besar, namun sayangnya, mayoritas peternak masih berjalan di tempat karena keterbatasan biaya.

Dari total potensi kredit sektor peternakan yang mencapai Rp565 miliar, modal yang baru mengalir ke tangan peternak baru sekitar Rp81 miliar. Artinya, ada ratusan miliar rupiah dana segar yang belum tersentuh untuk memajukan usaha mereka.

Kondisi inilah yang menggerakkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turun tangan.

Mereka meluncurkan program EGG (Endog Jabar Go Global), sebuah inisiatif yang tidak hanya membuka pintu modal, tetapi juga mendampingi peternak agar lebih melek finansial dan pintar mengelola bisnisnya.

Bagi Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, program ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang masa depan keluarga-keluarga di desa.

Menurutnya, seekor ayam petelur punya kekuatan besar untuk mengubah ekonomi sebuah rumah tangga.

“Ayam, baik pedaging atau petelur ini sangat potensial. Hasilnya tidak semuanya harus dikonsumsi sendiri di dapur, sebagian bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkap Herman penuh optimisme.

Herman membayangkan, dengan suntikan modal yang tepat, aktivitas di kandang belakang rumah warga tidak lagi sekadar hobi atau usaha sampingan untuk bertahan hidup.

Lewat program EGG, peternak kecil dituntun agar naik kelas menjadi mandiri secara finansial.

“Kami ingin sektor peternakan ini menjadi pengungkit ekonomi masyarakat. Kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa bagi kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Melalui sinergi Pemprov Jabar dan OJK, para peternak kini tidak lagi berjalan sendirian. Mereka kini dibekali kemampuan mengelola keuangan secara produktif, mengubah setiap butir telur menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Data yang disampaikan Herman menunjukkan masih terdapat selisih cukup besar antara potensi pembiayaan dan kredit yang telah tersalurkan.

Dari potensi kredit sektor peternakan sebesar Rp565 miliar, plafon yang terealisasi baru sekitar Rp81 miliar dengan outstanding sekitar Rp49 miliar.

Ruang pembiayaan tersebut menjadi salah satu sasaran program EGG. Pemprov Jabar dan OJK mendorong peternak agar lebih siap mengakses layanan keuangan sekaligus memiliki kemampuan mengelola pembiayaan secara produktif.

Kepala OJK Jabar, Darwisman mengatakan, program EGG menyasar 4.665 peternak ayam petelur yang tersebar di 21 sentra peternakan di Jawa Barat.

"Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata," katanya.

OJK juga menghitung potensi pendapatan yang dapat diperoleh peternak, berdasarkan skala populasi ayam. Peternak dengan sekitar 2.000 ekor ayam, misalnya, disebut berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp34,88 juta per bulan. (bsf)


Editor : Inilahkoran