Penanganan Sampah dan Kemacetan jadi Prioritas Evaluasi Pembangungan Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan, isu-isu klasik seperti sampah, kemacetan, parkir, penataan pedagang kaki lima (PKL) dan banjir menjadi fokus utama dalam evaluasi dan perencanaan pembangunan Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan, isu-isu klasik seperti sampah, kemacetan, parkir, penataan pedagang kaki lima (PKL) dan banjir menjadi fokus utama dalam evaluasi dan perencanaan pembangunan Kota Bandung.
Ia menyampaikan, berbagai sektor terus dievaluasi secara menyeluruh meskipun sejumlah kemajuan telah dicapai namun beberapa tantangan perkotaan masih membutuhkan penanganan serius terutama dalam hal pengelolaan sampah.
"Kalau bicara evaluasi, tentu banyak sekali yang kita benahi. Dimulai dari sampah, walaupun dari 136 titik kumpul sampah yang dulu ada sekarang sudah teratasi, tetapi masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan," kata Erwin, Rabu 24 September 2025.
Menurutnya, dari 136 titik kumpul sampah yang sebelumnya menjadi permasalahan. Kini sebagian besar sudah berhasil ditangani. Namun, persoalan baru muncul dari kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Peningkatan kesadaran masyarakat sangat diperlukan agar program pengelolaan sampah berjalan lebih efektif. Pemerintah kota pun terus mendorong berbagai inisiatif seperti program Prakarsa untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota percontohan dalam penanganan sampah berkelanjutan.
Selain sampah, kemacetan juga menjadi tantangan besar. Saat ini terdapat sedikitnya 11 titik lalu lintas yang sering mengalami kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk. Untuk mengatasi hal itu, pemkot tengah menata ulang sistem parkir kota dengan pendekatan zonasi yang lebih profesional dan terukur.
"Kami sedang mencoba menata parkir. Salah satu usulan, pengelolaan parkir bisa diserahkan kepada pihak swasta per zona supaya lebih profesional dan terukur. Selain itu, kita juga menyiapkan kantong parkir vertikal. Beberapa sudah dilobi untuk bisa segera diwujudkan," ucapnya.
Upaya lainnya termasuk pemanfaatan lahan di sekitar pendopo sebagai area parkir terpadu. Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk merealisasikan rencana tersebut.
Erwin juga menyoroti perlintasan kereta api di sejumlah ruas jalan utama yang kerap menjadi pemicu kemacetan. Ia mengatakan, pemkot telah mengusulkan pembangunan flyover di titik-titik rawan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT KAI.
"Sumber masalah sudah jelas, mulai dari Cibiru, Cimencang, Cisaranten sampai Nurtanio. Titik-titik perlintasan kereta ini harus segera dicari solusi. Kami sudah menyampaikan kepada gubernur dan pihak KAI agar dibangun flyover di lokasi rawan macet tersebut," ujar dia.
Selain masalah kemacetan dan sampah, penataan PKL dan penanggulangan banjir musiman juga menjadi perhatian serius. Menurut Erwin, kedua isu ini memerlukan kerja sama lintas sektor dan wilayah agar dapat ditangani secara komprehensif.
"Sehingga momentum Hari Jadi Kota Bandung ke-215 ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan komitmen dalam mewujudkan Kota Bandung sebagai kota yang nyaman, bersih dan tertib bagi seluruh warganya," tandasnya. *
Editor : Doni Ramdhani

