Penataan PKL Jembatan Cirahong Dikebut, Pemprov Jabar Gandeng KAI
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengakselerasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jembatan Cirahong, salah satu ikon penghubung Kabupaten Ciamis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengakselerasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan jembatan Cirahong, salah satu ikon penghubung Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya yang kerap diserbu wisatawan.
Langkah ini diambil menyusul kondisi kawasan yang dinilai semakin semrawut, akibat menjamurnya lapak tidak tertata. Dampaknya, tumpukan sampah hingga menurunnya nilai estetika jembatan peninggalan kolonial Belanda tersebut tak terhindarkan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, potensi besar jembatan Cirahong sebagai destinasi wisata justru tereduksi oleh kondisi lapangan saat ini.
"Itu heritage, jembatan zaman Belanda. Kalau kereta api lewat kan indah banget, karena jembatannya panjang. Di atasnya ada kereta api, di bawahnya penyeberangan. Tapi dengan situasi pengunjung yang banyak, tapi warung-warung tidak tertata, kan enggak bagus," ujar Herman, Selasa (5/5/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar tengah menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT KAI. Kesepakatan ini krusial, mengingat status lahan di kawasan tersebut berada di bawah kewenangan perusahaan pelat merah itu.
"Makanya Pak Gub (Gubernur Dedi Mulyadi) kemarin menugaskan, saya lagi menyiapkan MOU dengan PT KAI karena tanahnya milik PT KAI," ucapnya.
Setelah MoU diteken, penataan akan dilakukan secara lintas daerah dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya. Pemprov juga menunjuk Kepala Biro Perekonomian Setda Jabar sebagai koordinator lapangan untuk memastikan proses berjalan efektif.
"Kepala Biro Perekonomian, yang mengoordinasikan, membantu di lapangan. Nanti koordinasi dengan Pemkab Ciamis dan Pemkab Tasikmalaya. Nanti saya akan tongkrongin juga untuk memastikan penataannya optimal," katanya.
Penataan jembatan Cirahong tidak sekadar merapikan lapak. Pemprov Jabar menargetkan transformasi menyeluruh, dimulai dari aspek kebersihan hingga desain kawasan berbasis budaya lokal.
Konsep warung PKL akan diarahkan mengusung nuansa Sunda, agar menyatu dengan lanskap alam dan nilai historis jembatan. Tujuan besarnya adalah menjadikan Cirahong sebagai destinasi wisata berkelanjutan, bukan sekadar ramai sesaat.
"Pak Gub tidak hanya ingin ramai tapi berkelanjutan, bukan ramai sesaat. Jadi destinasi unggulan Ciamis dan Tasikmalaya, karena di perbatasan," ujarnya.
Sisi lain, respons para pedagang justru positif. PKL yang selama ini berjualan di kawasan tersebut disebut siap mengikuti aturan penataan, demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan.
"Kemarin sudah komunikasi, mereka sangat antusias bersedia banget. Nanti kami akan bantu penataan dan sebagainya oleh Pemprov kerja sama dengan Pemda Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis," tandas Herman.***
Editor : JakaPermana

