Pendidikan Karakter Panca Waluya Diusulkan DPRD Jabar Jadi Muatan Lokal di Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Eksekusi

Gubernur Dedi Mulyadi mengaku siap mengeksekusi usulan dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yang meminta pendidikan karakter Panca Waluya menjadi muatan lokal (Mulok) di sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Pendidikan Karakter Panca Waluya Diusulkan DPRD Jabar Jadi Muatan Lokal di Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Eksekusi

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Dedi Mulyadi mengaku siap mengeksekusi usulan dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yang meminta pendidikan karakter Panca Waluya menjadi muatan lokal (Mulok) di sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Dedi mengatakan, pendidikan karakter melahirkan kedisplinan. Dimana kedisiplinan ini dibutuhkan, bahkan ketika masuk dalam dunia kerja.

Dia mencontohkan, kala melepas 750 orang ke Jepang untuk bekerja. Mereka dididik oleh lembaga pendidikan, yang mana mereka diajarkan tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga kedisiplinan.

"Kemudian ternyata kan sama juga pembentukan karakternya, adalah karakter disiplin militer. Sehingga, memahami disiplin militer bukan disiplin alat perang, tetapi disiplin untuk memasuki pasar kerja. Karena pada akhirnya seluruh jejaring pasar kerja itu memerlukan disiplin," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Melalui kedisiplinan pula kata dia, prilaku menyimpang pada anak dapat dicegah. Terlibat geng motor, merokok di sembarang tempat, meminum minuman keras, tawuran bisa teratasi karena sudah diubah oleh kedisiplinan.

"Kemudian, tidak ada lagi tawuran antar sekolah. Nah, kemudian yang berikutnya juga tidak ada keluyuran malam. Karena kalau anak-anak sudah diarahkan ingin masuk, misalnya akademi TNI, Akademi Militer, maka sudah lah selama dua tahun dia enggak boleh lagi keluar lebih dari jam 09.00 (malam). Kalau dia keluar lebih dari jam 09.00 itu kelihatan tuh nanti dari paru-parunya," kata dia.

Bahkan nanti di masa orientasi tahun ajaran baru kata dia, Dinas Pendidikan Jabar bersama Kodam III Siliwangi, Polda Jabar, TNI AL, TNI AU dan Polsek akan dikerjasamakan dalam membangun kedisiplinan siswa, membentuk karakter lewat sekolah.

"Jadi yang biasanya dulu zaman saya itu ospek nanti dibentuk baris berbaris, bangun pagi, cara pakai baju, cara makan. Tentara itu kan diajarin semuanya, makan, diajarin tuh, berdoa. Ternyata yang yang paling rajin berdoa ketika makan itu di sekolah TNI," kata dia.

Kembali mengenai usulan pendidikan karakter Panca Waluya menjadi Mulok, Dedi mengaku Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan siap melaksanakannya.

"Provinsi Jawa Barat itu sudah siap. Sebelum ada usulan itu juga sudah siap melaksanakan pendidikan kedisiplinan bagi siswa dengan melibatkan para anggota TNI," tandasya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti