Penemuan Ikan Oarfish 3 Meter di Pantai Pink Lombok Bikin Heboh, Pertanda Gempa?
Warga Lombok Timur dihebohkan penemuan ikan oarfish 3 meter di Pantai Pink 3. Dikaitkan mitos bencana gempa bumi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Masyarakat Lombok Timur dihebohkan dengan penemuan seekor ikan langka berukuran raksasa di pesisir Pantai Pink 3 pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ikan misterius tersebut menggegerkan warga sekitar dan warganet setelah dipastikan merupakan ikan Oarfish, penghuni lautan dalam yang kerap dikaitkan dengan fenomena bencana alam.
Dalam video yang diunggah di Facebook Baiq Qolby tersebut, tampak rasa penasaran warga sekitar yang menyaksikan langsung ikan berbentuk pipih memanjang dengan warna perak dan sirip kemerahan yang memiliki panjang sekitar 3 meter.
Dikaitkan mitos gempa Bumi dan Utusan Dewa Laut
Viralnya rekaman video yang memperlihatkan ikan Oarfish tersebut memicu beragam spekulasi dari warganet di media sosial.
Banyak netizen mengaitkan kemunculan Oarfish ke permukaan dangkal sebagai sinyal alami akan datangnya bencana gempa bumi atau tsunami.
Isu mengenai Oarfish sebagai pembawa kabar bencana sebenarnya berakar dari mitos tradisional Jepang. Dalam legenda rakyat Negeri Sakura, ikan ini dikenal dengan julukan Ryugu no Tsukai, yang berarti "Utusan dari Istana Dewa Laut".
Kehadirannya di garis pantai secara historis sering dipercaya masyarakat awam sebagai peringatan awal akan adanya guncangan gempa bawah laut.
Penjelasan Ilmiah: Tidak Ada Hubungan dengan Aktivitas Seismik
Kendati mitos tersebut dipercaya secara turun-temurun, para pakar sains menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penemuan atau bukti ilmiah yang menghubungkan kemunculan ikan Oarfish dengan ancaman bencana alam.
Hiroyuki Motomura, seorang profesor iktiologi (ahli ilmu ikan) asal Jepang, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah mengenai hubungan antara keberadaan Oarfish di permukaan dengan aktivitas seismik bumi.
Menurut penjelasan medis dan biologis, habitat asli Oarfish berada di kedalaman ratusan meter di bawah laut. Beberapa alasan utama mengapa ikan laut dalam ini bisa terdampar ke pantai meliputi:
Kondisi Fisik Melemah: Ikan berada dalam kondisi sakit, terluka, atau mendekati kematian.
Terbawa Arus Laut: Ketika daya renangnya melemah, ikan tidak lagi mampu melawan arus kuat sehingga terbawa hingga mendekati perairan dangkal.
Perubahan Lingkungan: Terjadinya dinamika suhu air atau arus bawah laut yang mendorong ikan keluar dari habitat aslinya.
Editor : Firda Rachmawati

