Pengawasan Amdal Data Center AI BDx Jatiluhur Dikawal Pakar ITB-UI
Pemprov Jabar memperkuat proses kajian lingkungan proyek data center berbasis kecerdasan buatan (AI) BDx AI Campus 2 (CGK4) di Jatiluhur, Purwakarta, dengan mel
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat proses kajian lingkungan proyek data center berbasis kecerdasan buatan (AI) BDx AI Campus 2 (CGK4) di Jatiluhur, Purwakarta, dengan melibatkan sejumlah pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek investasi senilai sekitar Rp3,5 triliun itu berjalan transparan, berbasis data ilmiah, dan mengedepankan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, tim ahli yang dilibatkan memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan, lingkungan, dan sumber daya air. Mereka akan memberikan kajian independen terhadap berbagai aspek yang menjadi perhatian, dalam pembangunan data center tersebut.
"Kalau ngomongin data center, enggak usah cemas. AMDAL-nya bersikap objektif," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Dedi, identitas para pakar yang terlibat akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Ia menekankan, seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional dan tidak diarahkan untuk mempermudah investasi tanpa pertimbangan lingkungan.
"Pakar-pakar itu berasal dari lulusan UI dan lulusan ITB. Nanti kami sampaikan juga nama-nama pakarnya dan nanti akan bekerja secara objektif," ucapnya.
Dedi menegaskan, kehadiran para akademisi tersebut bertujuan memastikan setiap keputusan terkait kelayakan lingkungan proyek memiliki landasan ilmiah yang kuat.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin pembahasan AMDAL hanya berorientasi pada nilai investasi, tetapi juga memperhatikan dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Sebelumnya, pembahasan AMDAL proyek BDx AI Campus 2 digelar di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Senin (5/10/2026). Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, investor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejumlah yang terlibat di antaranya Senior Artificial Intelligence Researcher BRIN Dini Fronitasari, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN Prof. Hilman Ferdinandus Pardede, Direktur Wilayah III BKPM Edy Junaedi Harahap, serta CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya.
Dalam pembahasan itu, terdapat empat isu utama yang menjadi fokus kajian, yakni kebutuhan air, pasokan listrik, pengelolaan limbah, dan kontribusi investasi terhadap masyarakat setempat.
Keempat aspek tersebut dinilai krusial, mengingat operasional data center AI membutuhkan konsumsi energi dan air dalam jumlah besar, serta menghasilkan limbah yang harus dikelola sesuai standar lingkungan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, dalam pembahasan AMDAL tersebut, merupakan tahap awal. Seluruh masukan dari para ahli dan lembaga terkait masih akan dikaji secara teknis, sebelum pemerintah mengambil sikap.
"Ini belum final ya, jadi baru pembahasan AMDAL. Dan tadi kita minta berpendapat dari berbagai ahli termasuk dari BRIN, termasuk dari BKPM, dan termasuk juga dari UI dan ini akan ditampung tentunya dan menjadi pembahasan secara teknis," katanya.
Hingga saat ini, proses penilaian kelayakan lingkungan proyek data center BDx di Jatiluhur masih berjalan. Pemerintah daerah memastikan, keputusan akhir baru akan diambil setelah seluruh aspek terkait lingkungan, sumber daya air, energi, pengelolaan limbah, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dievaluasi secara menyeluruh
Editor : Ahmad Sayuti

