INILAHKORAN, Bandung-Terkenal dengan julukan kota fesyen,
Kota Bandung memiliki banyak tempat dan brand populer. Mulai dari factory outlet, butik, dan
Distro dapat ditemui di Bandung.
Pada awalnya gedung ini lebih seperti pusat perbelanjaan pada umumnya. Baru sekitar tahun 2003-2004,
Distro sudah mulai meramaikan outlet di sana. Namun saat itu masih digabung dengan produk lain.
Seiring dengan terbentuknya komunitas dan Bandung mulai terkenal dengan distronya,
Plaza Parahyangan pun mulai dipenuhi oleh
Distro dan dikenal sebagai
Distro center.
Saat ini terdapat sekitar 200 orang dengan lebih dari 300 brand yang terdaftar di
Plaza Parahyangan. Jumlah ini berkurang dari sebelum pandemi Covid-19 yang dapat mencapai 500 brand.
Gedung yang beralamat di Jalan Dalem Kaum Nomor 54 ini terdiri dari 5 lantai. Bagian Lantai dasar saat ini sedang direnovasi. Nantinya lantai dasar akan menjadi food area. Sedangkan lantai 1 sampai 4 merupakan area
Distro.
Deni Kurniawan, Marketing Promosi
Plaza Parahyangan mengungkapkan, tujuan dibangunnya food area di lantai dasar merupakan upaya promosi, agar pengunjung yang telah menikmati makanan di lantai dasar akan tertarik untuk melihat bagian lain dari
Plaza Parahyangan.
"Kita mampu membuat
Distro, memproduksi sendiri, dan dipakai sendiri. Harapan dapat memajukan produk lokal. Beberapa brand besar juga lahir dari
Plaza Parahyangan," ucap Deni.
Salah satu yang ditemui yaitu brand Gigg. Brand ini merupakan produk lokal dan diproduksi oleh konveksi sendiri. Selain itu, penjualannya telah menjangkau dari Sabang sampai Merauke.
“Tempat produksinya di daerah Leuwipanjang. Kalau produksi dalam satu bulan itu dapat memproduksi sekitar 15.000 hingga 20.000 pakaian,” jelas Uzi, penjaga
Distro.
Lokasi
Plaza Parahyangan yang strategis berada di pusat
Kota Bandung, lebih tepatnya di kawasan Alun-Alun Bandung, memberikan keuntungan dan daya tarik tersendiri baik bagi pengunjung maupun bagi pedagang.
Bagi yang akan berkunjung, kalian dapat datang setiap hari pada pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.***