Pengendara Motor Kudu Perhatikan Tanda Shockbreaker Harus Segera Diganti
Lantaran penting sebagai perangkat sepeda motor, setiap pengendara sebaiknya bisa memperhatikan tanda shockbreaker harus segera diganti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Shockbreaker merupakan salah satu perangkat penting sepeda motor. Agar tetap bisa meredam goncangan, pengendara motor sebaiknya memperhatikan tanda shockbreaker harus segera diganti.
Sub Department Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM) Ade Rohman menuturkan, cara kerja dari shockbreaker itu menggunakan system hidrolik untuk menyerap goncangan. Lantaran perangkat itu berhubungan langsung dengan kestabilan, setiap pengendara motor kudu bisa melihat tanda shockbreaker harus segera diganti.
Dia menjelaskan, usia pakai shockbreaker itu tidak tergantung dari berapa lamanya digunakan. Namun, bisa diperhatikan dan dilihat dari gejala dan tanda shockbreaker harus segera diganti secara fisik.
Baca Juga: Akademisi Nilai Wajar PLN Berlakukan Tariff Adjustment Pelangggan Listrik Berdaya 3.500 VA ke Atas
“Selain itu, usia pakai shockbreaker juga dipengaruhi kondisi jalan yang biasa dilewatinya, beban kendaraan, serta cara perawatannya,” kata Ade, Jumat 24 Juni 2022.
Untuk memastikan shockbreaker harus diganti bisa dilihat dari dua kondisi, yaitu secara visual dan secara fungsi. Jika dilihat secara visual, langkah yang bisa dilakukan untuk mengetahui kapan shockbreaker motor harus diganti, yaitu dengan memeriksa kondisi fisiknya secara langsung.
Perhatikanlah shockbreaker dari kerusakan yang mungkin terjadi dari kondisi berikut:
1. Terdapat rembesan oli
2. Lapisan chrome terkelupas (pipa shock depan)
3. Shockbreaker bengkok
4. Terdapat retakan-retakan
5. Pegas shockbreaker patah
Kemudian jika dilihat dari fungsinya, sebaiknya periksa fungsi shockbreaker dengan melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya :
1. Shockbreaker terasa keras atau tidak bisa menyerap getaran saat sepeda motor dikendarai dan menerima goncangan akibat kondisi jalan yang tidak rata tetapi getaran pada sepeda motor tidak mampu diserap dengan baik oleh shock absorber.
2. Naikkan standar tengah dan standar samping kemudian tegakkan posisi sepeda motor anda lalu tekan dengan tenaga yang cukup besar beberapa kali ke arah bawah pada area behel belakang motor sambil memperhatikan respon pada sepeda motor anda.
Shock absorber dianggap masih layak pakai apabila shock absosrber mampu menyerap dan menahan tekanan tersebut serta bisa kembali ke posisi semula tanpa ada nya pantulan tambahan setelah ditekan beberapa kali. Jika respon yang diterima justru sebaliknya, artinya shock absorber sudah harus di ganti.
Baca Juga: Sinopsis Film The Lord of the Rings: The Return of the King
“Pemakaian shockbreaker tidak memiliki patokan kapan harus diganti. Namun, jika perawatannya dijaga secara rutin, akan memperpanjang umur pemakaian,” ujarnya.
Sebenarnya perawatan shockbreaker cukup mudah. Bersihkan secara rutin komponen dari debu, kotoran, lumpur, maupun zat lain. Setelah sepeda motor digunakan untuk berkendara dan terkena hujan, sebaiknya sepeda motor dan shockbreaker dibilas dan dibersihkan menggunakan air bersih.
Lakukan perawatan rutin sepeda motor di bengkel resmi atau AHASS terdekat agar seluruh komponen sepeda motor selalu dalam kondisi prima sehingga performa sepeda motor selalu terjaga. (*)
Editor : inilahkoran


