Pengerjaan Jalan Selacau, Cisokan Hingga Rongga KBB Mandeg, Imbasnya Macet dan Kecelakaan
Sejumlah tokoh pemuda Kecamatan Sindangkerta KBB menyayangkan pengerjaan jalan di ruas Selacau hingga Cisokan, Rongga yang belum rampung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah tokoh pemuda Kecamatan Sindangkerta KBB menyayangkan proses pengerjaan jalan di ruas Selacau hingga Cisokan, Rongga yang belum rampung hingga kini.
Pasalnya, dengan belum rampungnya pengerjaan jalan tersebut mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas dari mulai Selacau hingga Cisokan, Rongga KBB.
Salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Sindangkerta KBB, Deni Nursamsi mengatakan, pihaknya mendesak agar Pemda KBB segera merampungkan proses perbaikan jalan di ruas Selacau hingga Cisokan, Rongga.
Baca Juga: Ratusan Pejabat Disdik Kabupaten Bogor Dilantik, Ini Harapan Ade Yasin
"Sering terjadi kemacetan lalu lintas.Terutama di titik-titik persimpangan antara ruas jalan yang sudah di cor dan yang belum," katanya.
Ia menyebut, warga ingin pembangunan jalan bisa segera rampung semuanya dan tidak setengah-setengah.
"Ini ada kendala apa lagi, padahal kan awalnya perbaikan jalan selatan semuanya ditargetkan selesai di akhir tahun 2021," ucapnya.
Baca Juga: Wajib Kamu Tonton! Ini Rekomendasi Drama Korea Happy Ending
Bukan hanya soal kemacetan yang kerap terjadi, lanjut dia, akibat belum selesainya pembangunan juga berimbas kepada seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Karena adanya proses cor jalan yang belum beres sering tidak terlihat ketika malam hari atau saat hujan," ucapnya.
Bahkan, sambung dia, beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial ada pengemudi motor yang terpelanting jatuh dan pingsan saat menabrak coran jalan karena tidak ada rambu petunjuk dan minimnya penerangan.
Baca Juga: Heboh Ada Pembongkaran Paksa, Pengurus TPU Malaka Batasi Peziarah ke Makam Vanessa Angel
Termasuk, ada juga kendaraan Toyota Avanza yang rusak bagian depan karena menabrak coran jalan yang belum selesai.
"Kan pembetonan belum beres, jadi tinggi badan jalan timpang, itu yang membahayakan. Makanya warga mendesak Pemda KBB segera menyelesaikan pembangunannya," ujarnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, selain memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas kondisi tersebut juga menyebabkan sering terjadi banjir di beberapa titik.
Baca Juga: Sinopsis Rookie Cops Episode 7: Go Eun Gang Bawa Saksi Kunci untuk Buktikan 2 Orang Ini Tak Bersalah
"Itu terjadi karena belum beresnya jalan secara otomatis membuat drainasenya pun belum terbangun," jelasnya.
Sehingga, sambung dia, ketika hujan deras turun air masuk ke toko atau rumah yang ada di pinggir jalan.
"Itu memang dampak dari pembangunan yang terjadi, tapi kalau dibereskan sekaligus dampak negatifnya gak akan ada. Kalau sekarang ini, setiap turun hujan di beberapa titik selalu ada genangan air dan banjir," pungkasnya.
Baca Juga: Heboh Ada Pembongkaran Paksa, Pengurus TPU Malaka Batasi Peziarah ke Makam Vanessa Angel
Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), KBB, Aan Sopian mengakui jika proyek jalan di wilayah selatan khususnya paket satu dihentikan.
"Perbaikan jalan paket satu dari Selacau hingga Cisokan dihentikan sementara dan progresnya juga memang masih di bawah 50 persen," ujarnya. *** (Agus Satia Negara).
Editor : inilahkoran


