Penting Bagi Umat Muslim, Begini Hukum Merayakan Isra Mi'raj dalam Pandangan Islam

Simak hukum merayakan Isra Mi'raj dalam pandangan islam.

Penting Bagi Umat Muslim, Begini Hukum Merayakan Isra Mi'raj dalam Pandangan Islam
hukum merayakan isra miraj

INILAHKORAN - Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menggambarkan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem (Isra), lalu naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh (Mi'raj).

Peristiwa ini merupakan mukjizat besar yang menjadi dasar diwajibkannya salat lima waktu bagi umat Islam.

Namun, muncul pertanyaan di kalangan umat muslim: apakah merayakan Isra Mi'raj dibenarkan dalam Islam?

Perspektif Hukum dalam Islam

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum merayakan Isra Mi'raj. Perbedaan ini disebabkan oleh ketiadaan dalil eksplisit yang memerintahkan atau melarang perayaan Isra Mi'raj. Berikut adalah beberapa pandangan yang berkembang:

1. Pandangan yang Membolehkan

Sebagian ulama membolehkan perayaan Isra Mi'raj dengan syarat bahwa perayaan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengingat dan pendidikan tentang sejarah penting dalam Islam. Mereka berargumen bahwa selama kegiatan perayaan itu mengandung unsur positif, seperti ceramah agama, pembacaan Al-Qur'an, atau doa bersama, maka hal tersebut bukanlah bid'ah tercela.

Sebagai contoh, dalam mazhab Syafi'i, perayaan hari-hari besar Islam yang tidak memiliki dasar syariat khusus diperbolehkan jika bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

2. Pandangan yang Melarang

Sebagian ulama lainnya memandang bahwa merayakan Isra Mi'raj tidak diperbolehkan karena Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakannya. Dalam pandangan ini, merayakan Isra Mi'raj dianggap sebagai bid'ah, yaitu perkara baru dalam agama yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur'an atau sunnah.

Dalil yang sering digunakan oleh kelompok ini adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak." (HR. Bukhari dan muslim)

3. Pendekatan Moderat

Pendekatan moderat menyatakan bahwa merayakan Isra Mi'raj boleh saja dilakukan, asalkan tidak dianggap sebagai kewajiban agama atau disertai dengan keyakinan bahwa hal itu adalah bagian dari syariat Islam. Selain itu, perayaan tersebut harus bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti pemborosan, musik yang melalaikan, atau kegiatan lain yang tidak sesuai dengan syariat.

Poin-Poin Penting dalam Perayaan Isra Mi'raj

Bagi umat Islam yang ingin memperingati Isra Mi'raj, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Fokus pada Pendidikan Jadikan peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum untuk memahami nilai-nilai spiritual, seperti pentingnya salat lima waktu, ketundukan kepada Allah, dan hikmah dari perjalanan Nabi Muhammad SAW.

  2. Hindari Penyimpangan Syariat Pastikan acara perayaan tidak disertai dengan ritual yang tidak diajarkan dalam Islam atau keyakinan yang berlebihan terhadap suatu tradisi tertentu.

  3. Tidak Menganggapnya Wajib Peringatan Isra Mi'raj tidak boleh dianggap sebagai kewajiban agama yang harus dilakukan setiap tahun. Umat Islam yang tidak merayakannya tetap dianggap tidak berdosa.


Editor : Firda Rachmawati