Penurunan Jumlah RW Bebas Sampah Jadi Perhatian Pemkot Bandung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi program kawasan bebas sampah (KBS) di tingkat rukun warga (RW) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi program kawasan bebas sampah (KBS) di tingkat rukun warga (RW) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan. Meski jumlah RW berstatus KBS saat ini berkisar antara 400 hingga 500, capaian tersebut sempat mengalami penurunan akibat sejumlah tantangan teknis di lapangan.
Wakil Wali kota bandung, Erwin menyampaikan, penurunan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota. Untuk mengatasi hambatan yang ada, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke kewilayahan guna memberikan pendampingan dan motivasi kepada para ketua RW.
“Kami bersama pak wali kota langsung turun ke lapangan. Kita dorong para ketua RW agar bisa segera memenuhi kriteria KBS. Contohnya di Padasuka, seluruh 16 RW di sana sudah mencapai status KBS. Ini menunjukkan bahwa dengan komitmen, perubahan bisa dicapai lebih cepat,” kata Erwin, Senin 29 September 2025.
Menurut ia, program KBS sendiri mensyaratkan setidaknya 30 persen rumah tangga di satu RW mampu melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Selain untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik, status KBS juga berdampak langsung pada besaran dana prakarsa yang diterima oleh RW.
"Setiap RW yang telah memenuhi kriteria KBS berhak memperoleh dana prakarsa sebesar Rp200 juta. Sementara RW yang belum berstatus KBS hanya mendapatkan Rp100 juta. Kebijakan ini, kami harapkan dapat mendorong persaingan positif antarwilayah dalam meningkatkan kualitas lingkungan," ucapnya.
Meski insentif anggaran menjadi salah satu daya dorong, Erwin menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan program. “Tanpa keterlibatan warga, program ini tidak akan berjalan. Kita ingin mengubah pola pikir bahwa persoalan sampah bukan hanya soal membuang, tetapi soal tanggung jawab bersama,” ujar dia.
Ia menambahkan, pihaknya optimistis target 700 RW berstatus KBS dapat dicapai pada akhir 2025. "Kami berharap, dengan kerja sama seluruh pihak. kota bandung dapat menjadi contoh kota besar yang serius dan konsisten dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

