Peralta Bangga

WINGER anyar Mariano Peralta memiliki motivasi tinggi membawa Persib Bandung berprestasi pada musim kompetisi yang akan datang.

Peralta Bangga

Oleh: Muhammad Ginanjar

Peralta mengatakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai liga tiga musim beruntun tidak menjadi tekanan untuk dirinya.

"Itu bukan beban bagi saya. Justru saya semakin termotivasi karena Persib memiliki standar yang sangat tinggi. Saya ingin mempertahankan bahkan meningkatkan apa yang sudah saya capai pada musim lalu, dan yang terpenting membantu tim meraih hasil terbaik," tegas Peralta.

Pemain berkebangsaan Argentina itu turut mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pangeran Biru.

Peralta mengatakan merupakan kebanggaan baginya bergabung dengan Persib Bandung yang merupakan langkah penting dalam perjalanan kariernya karena ia melihat tim ini.

Mantan pemain Borneo FC itu menilai Persib Bandung sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah, prestasi, dan dukungan suporter yang luar biasa.

"Saya sangat senang berada di sini. Persib adalah klub yang sangat besar di Indonesia, memiliki banyak suporter, dan merupakan klub juara. Itulah alasan utama saya memilih bergabung dengan Persib," jelas Peralta.

Mariano Peralta merupakan pemain asing anyar yang didatangkan oleh Persib Bandung untuk membantu tim mengarungi empat kompetisi sekaligus musim depan.

Pemain yang akan menggunakan nomor punggung 10 bersama Persib Bandung tersebut diharapkan bisa menjadi sosok penting di lini depan skuad asuhan Igor Tolic musim ini.

Sementara itu, Pelatih Persib, Igor Tolic memastikan Peralta masih absen saat berhadapan dengan Tampines Rovers FC di laga terakhir fase grup Piala Presiden 2026 yang akan digelar Jumat (31/7).

Pelatih asal Kroasia ini beralasan hal itu dilakukan lantaran Peralta baru saja tiba di Bandung. Bahkan baru menjalani perjalanan panjang untuk bisa berada di markas kebesaran Maung Bandung.

“Tidak, kemungkinan besar tidak. Kemungkinan besar tidak karena dia baru saja tiba dan dia tidak memungkinkan untuk bermain setelah tiga hari, perbedaan waktu sekitar 14 jam. Tidak mungkin,” ujar Igor..

Meski demikian, Igor membuka peluang untuk memainkan Peralta di laga selanjutnya apabila Persib berhasil melenggang ke babak semifinal Piala Presiden 2026.

“Dia akan bergabung dengan latihan ketika dia sudah siap,” imbuhnya.

Pelatih berusia 48 tahun ini tak ingin terburu-buru untuk segera memainkan Peralta. Sebab dia harus menjaga kebugaran pemain anyarnya tersebut.

“Kami perlu menjaga dia tetap sehat, seperti halnya semua orang. Jadi, kami menyiapkan mereka untuk musim yang sangat panjang,” tegasnya.

Menurutnya, ini menjadi tantangan baginya. Apalagi Persib harus menjalani tiga pertandingan dalam sembilan hari di Piala Presiden 2026 ini.

“Mungkin (semifinal) perjalanan ke Surabaya, mungkin bertahan di sini, saya tidak tahu. Tapi Anda sudah melihat bahwa beberapa pemain, Lucho (Luciano Guaycochea) pada pertandingan pertama, lalu (Gabriel) Mutombo jatuh sakit, Kakang jatuh sakit, lalu Dion (Markx) hari ini, mungkin (cedera) hamstring, kami perlu memeriksanya,” bebernya.

Para pemain muda, lanjutnya, mencoba bertahan. Namun perjalanan Persib di Piala Presiden 2026 masih panjang.

“Saya tidak ingin merusak pemain, mungkin memenangkan Piala Presiden lalu mengorbankan para pemain untuk sepanjang musim. Karena, ya, ini sesuatu yang baru. Ini sesuatu yang baru, ini lima pertandingan dalam 12 hari,” katanya.

Selain itu, Piala Presiden 2026 memiliki pertandingan untuk perebutan juara tiga. Sehingga Piala Presiden 2026 ini tidak akan selesai sampai babak semifinal.

“Ya, jadi ini akan menjadi hal yang berat sampai tanggal 6 dan kemudian dari tanggal 6 kami perlu menyegarkan tim kembali. Tim perlu mencari cara bagaimana kembali pulih dan kemudian kami bersiap untuk tanggal 31 (Agustus). Karena target utama kami adalah tanggal 31 dan kemudian kompetisi liga,” tambahnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran