Percepat Capaian Vaksinasi, BKKBN Berikan Vaksinasi Booster Terhadap Karyawan Kahatex
BKKBN menggelar vaaksinasi booster bagi ratusan karyawan Kahatex untuk menngkatkan herd immunity dan percepatan vaksinasi Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah terus mengakselerasi vaksinasi untuk tercapainya herd immunity dan menekan laju penyebaran Covid-19. Vaksinasi menjadi salah satu langkah krusial untuk menentukan kesuksesan Indonesia keluar dari pandemi.
Seperti halnya akselerasi vaksinasi booster Covid-19 yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di PT Kahatex, Jalan Raya Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Vaksinasi tersebut diikuti ratusan karyawan PT Kahatex.
Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Republik Indonesia Eni Gustina mengungkapkan, ada 14 provinsi yang sama-sama diberikan penugasan percepatan vaksinasi booster oleh Presiden Joko Widodo. Salah satunya di Provinsi Jawa Barat yang dimana titik awalnya di PT Kahatex.
Baca Juga: ALTI Ngebet Lari Trail Dipertandingkan di Ekshibisi PON 2024 Aceh-Sumut
"Vaksinasi booster di Jabar ini bisa menjadi role model bagi provinsi lain termasuk Banten, Jateng atau Jatim yang punya industri dengan skala besar," ujar Eni Gustina, dalam siaran persnya, Minggu 20 Februari 2022.
Eni Gustina menambahkan, vaksinasi booster di perusahaan industri dengan karyawan mencapai ribuan secara tidak langsung telah melakukan percepatan vaksinasi pada kelompok yang besar dibandingkan menyasar ke masyarakat.
"Alhamdulilah hari ini ada 600 dosis vaksin booster. Insya Allah pekan depan kita gelar vaksinasi serupa dengan sasaran lebih banyak, kurang lebih 2.000 dosis vaksin," terangnya.
Baca Juga: Sejumlah Rumah Warga di Lembang Rusak Usai Diterjang Angin Puting Beliung
Disisi lain, kata Eni Gustina, akselerasi vaksin booster Covid-19 diharapkan menjadi upaya untuk menyadarkan warga betapa pentingnya divaksin tahap tiga. Sebab, warga beranggapan vaksin pertama dan kedua sudah cukup. Padahal, pandemi Covid-19 gelombang ketiga ini masih terjadi.
Waktu vaksin pertama dan kedua, warga sangat paham tentang kekebalan tubuh dan antusias divaksin sangat tinggi. Tapi pas vaksin booster warga banyak yang tidak mau karena berpikiran tidak terlalu penting. Padahal covid belum selesai.
"Ini yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo supaya gelombang ketiga cepat reda, maka percepatan vaksin booster harus ditingkatkan. Mminimal ketika seseorang positif covid, satu atau dua hari sudah sembuh karena punya antibodinya," imbuhnya.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Sapu Lembang Bandung, Seorang Perempuan Teriak Histeris Ketakutan
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Siska Gerfianti mengatakan, Pemprov Jabar dan BKKBN akan fokus menuntaskan target vaksin booster.
"Target kita ada 37 juta. Dosis pertama sudah 88 persen, kemudian dosis ke 2 sudah 65 persen, lalu vaksin booster atau vaksin tahap tiga ini baru dimulai, kita harus kejar bersama-sama supaya tahun ini bisa kita tuntaskan," paparnya.
Ia menambahkan, untuk mengejar target tersebut pihaknya akan berkolaborasi dengan stakeholder terkait baik di pemerintahan, swasta bahkan berbagai komunitas diberbagai daerah di Jabar.
"Kita harapkan dengan kolaborasi yang dilakukan mulai dari vaksinasi tahap pertama, kedua dan ketiga bisa mempercepat penanganan Covid-19," terangnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 PT Kahatex, Tamami mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BKKBN dan Pemerintah Provinsi Jabar yang sudah menginisiasi pelaksanaan vaksinasi booster di PT Kahatek.
"Ini gagasan yang sangat baik dimana tujuannya membentuk herd immunity seluruh pekerja di PT Kahatex," ujarnya.
Hingga saat ini, sambung Tamami, vaksinasi akan terus dilakukan sesuai dengan surat edaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yaitu perusahaan industri dari Januari sampai Juni 2022 target vaksinasi booster harus mencapai 50 persen. Kemudian dari Juni sampai Desember 2022 harus terealisasi 100 persen.
Baca Juga: Gandeng Shopee, The Greater Hub SBM ITB membuka Batch Ketujuh Coaching Clinic untuk UMKM Jawa Barat
"Jadi vaksinasi booster ini akan terus kami laksanakan hingga 100 persen," jelasnya.
Kata Tamami, kurang lebih dari 29.700 karyawan di PT Kahatex, sebanyak 99 persen semua sudah divaksin tahap 1 dan 2. Sedangkan sisanya 1 persen akan segera menyusul lantaran sebelumnya ada halangan seperti sedang mengandung, usai melahirkan dan kendala lainnya.
"Sedangkan untuk vaksin booster ini memang masih berjalan, jadi kurang lebih baru ratusan karyawan sudah booster. Tapi untuk mempercepat vaksinasi kami sudah informasikan kepada karyawan, silahkan vaksin booster di mana saja, bahkan bisa di Puskesmas sekitar pabrik," tandasnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


