Peringati Hari Kartini, Pemprov Jabar Beri Penghargaan Bagi 27 Perempuan
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ridwan Kamil memberikan penghargaan kepada 27 perempuan yang dianggap sebagai pahlawan, dari masing-masing kota/kabupaten se-Jawa Barat. Ini dilakukan sebagai wujud nyata Pemprov dalam mendukung eksistensi perempuan di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan peringatan hari kartini ke 144, sekaligus pelantikan pengurus Forum Partisipasi Publik untuk Pemberdayaan perempuan dan Anak (Puspa), di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 31 Mei 2023.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ridwan Kamil memberikan penghargaan kepada 27 perempuan yang dianggap sebagai pahlawan, dari masing-masing kota/kabupaten se-Jawa Barat. Ini dilakukan sebagai wujud nyata Pemprov dalam mendukung eksistensi perempuan di Jabar.
Emil mengatakan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus Pemprov Jabar, sebagai upaya mengakselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di tengah masyarakat. Mengingat, perempuan memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat yang segala sesuatunya dimulai dari rumah.
“Saya tadi memberikan penghargaan kepada 27 perempuan yang melakukan tindakan kepahlawanan, karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung kemajuan perempuan. Makanya dihadirkan juga Sekoper Cinta, kita fasilitasi melalui sekolah informal. Pendidikan perempuan adalah komitmen dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain pendidikan, kita mengapresiasi makanya tadi diberikan penghargaan,” ujar Emil.
Selain itu kata dia, guna mewujudkan Jawa Barat yang demokratis, pihaknya turut melantik Forum Puspa dimana tujuannya untuk memberikan kritik juga saran dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan.
“Agar pembangunan Jawa Barat demokratis, maka dilantik Forum Puspa, selama tiga tahun jabatannya. Tujuannya memberi nasehat, masukan kepada Pemprov Jawa Barat bagaimana meningkatkan pemberdayaan,” sambungnya.
Lebih lanjut Emil menambahkan, kritikan terkait langkah Pemprov Jabar dalam mendukung pemberdayaan perempuan tidak akan menggoyahkan fokus mereka. Sebab bagi Pemprov, memberi keleluasaan pada perempuan adalah bagian dari komitmen kebangsaan yang sejatinya harus didukung.
“Saya enggak mau komentar, orang mau mengkritik silakan saja. Tanyakan saja kepada penerima manfaat. Yang menerima manfaat ibu-ibu desa yang merasa hidupnya lebih baik, lebih pintar, lebih cerdas. Kalau ada yang merasa pendidikan perempuan tidak penting, patut dipertanyakan komitmen kebangsaannya,” tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

