Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siti Muntamah Ajak Pemuda Jabar Bangun Bangsa

Peringati Sumpah Pemuda, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah mengajak generasi muda untuk turut membangun bangsa dan negara

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siti Muntamah Ajak Pemuda Jabar Bangun Bangsa
Siti Muntamah

INILAHKORAN, Bandung,- Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengajak para pemuda untuk membangun bangsa dan negara, yang tengah merangkak memulihkan diri di tengah pandemi Covid-19.

Ummi Siti sapaan akrabnya Situ Muntamah mengatakan, pemuda adalah pondasi dalam terciptanya suatu negara. Bahkan sejarah terbentuknya Indonesia pun diawali oleh buah pemikiran dan sikap yang dilakukan para pemuda, salah satunya peristiwa Rengasdengklok.

Saat itu menurut Ummi, golongan muda seperti Wikana, Sukarni, Chairul Saleh, Asmara Hadi, Subadio Sastrosatomo, Sayuti Melik serta lainnya menculik Soekarno dan Mohammad Hatta, untuk mendesak agar segera diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia yang akhirnya ditetapkan pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Peringati Hari Tani Nasional, PKS Komitmen Kawal Kesejahteraan Petani

Bahkan dalam sejarah Islam pun kata Ummi Siti, pemuda mempunyai peran penting dan besar. Seperti Usamah bin Zaid yang sudah ditunjuk oleh Nabi Muhammad SAW sebagai panglima perang, kala usianya baru 18 tahun.

Kemudian Muhammad Al-Fatih, ketika masih berusia 25 tahun mampu menaklukan Konstantinopel atau saat ini menjadi Istanbul, Turki dari Romawi Timur. Sehingga tidak heran kata Ummi Siti, bahwa pemuda adalah center of excellence yang patut didorong demi kemajuan bangsa.

“Menyikapi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober nanti, kami mengajak kepada para pemuda khususnya di Jawa Barat ini untuk bersama-sama kita membangun bangsa dan negara ini. Dimana seperti kita tahu, negara kita sedang terpuruk. Jangan asyik dengan dunianya sendiri. Ayo kita sama-sama memajukan negara kita ini," ungkap Siti Muntamah kepada INILAH, Kamis 28 Oktober 2021

Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Perempuan Berani Berwirausaha

"Kita punya Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya, ayo para pemuda tampil. Bung Karno pun pernah mengatakan, beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Ini menunjukan bahwa para pemuda ini sangat penting, termasuk dalam membangun suatu negara,” terang Siti Muntamah.

“Pemuda adalah center of excellence, berkumpulnya semua kebaikan yang harus didasari kebaikan spiritual. Bahkan sudah disebut, tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah SWT adalah pemuda. Pemuda yang mengisi waktu mudanya dengan ibadah. Dalam Islam pun ada sejarahnya, mengenai peran penting pemuda ini. Mulai dari Usamah bin Zaid, kemudian Muhammad Al-Fatih dan di Indonesia ini sendiri, terbentuk karena peran besar pemuda. Mulai dari zaman perang kemerdekaan, sampai proklamasinya berkat campur tangan para pemuda,” sambungnya.

Baca Juga: Temukan Unsur Pidana, Rachel Vennya Akan Diperiksa Lagi Pekan Depan

Kendati demikian, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera daerah pemilihan (Dapil) 1 Kota Bandung dan Kota Cimahi ini menyebut, para pemuda harus memiliki landasan spiritual yang kuat. Sehingga sumder daya yang ada dalam diri pemuda, dapat terarah dengan baik.

Didasari spiritual, kemudian mengembangkan intelektualitasnya, lalu kontrol emosional, sikap idealisme dan fisik untuk bertindak, adalah kunci pergerakan dalam pembangunan bangsa.

“Jadi peran pemuda ini sangat luar bisa. Tetapi tentu saja harus didasari dengan spiritual yang baik. Sebab dengan spiritual, pemuda memiliki kesadaran tanpa batas dalam bertindak. Kedua adalah intelektual. Idealisme, keingintahuan yang tinggi," paparnya

Baca Juga: Jual Lahan Desa Rp 50 M, Kades di Lembang Dibui

Idealisme kuat, susah diintervensi. Ini yang menjadikan pemuda sebagai penggerak. Lalu emosionalnya dan ini harus di pola, diolah sebaik mungkin dengan tujuan yang benar. Kemudian fisik, dimana maksudnya adalah para pemuda dapat bertindak langsung. Hanya saja, spiritual adalah dasar dari semua,” ucapnya.

Ummi Siti melanjutkan, dengan jumlah pemuda yang banyak dan cakupan wilayah sangat luas. Sudah saatnya pemuda Jawa Barat mulai bangkit, untuk mengejar mimpinya dengan melakukan sebuah pergerakan dalam membangun bangsa, memanfaatkan SDA yang ada. Mengingat berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN), Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jabar saat ini berada di urutan 29 dari 34 provinsi. Kembali turun, dimana sebelumnya Jabar berada di urutan 20 pada April lalu.

Baca Juga: Belajarlah Sabar Menjauhi Maksiat, Penjelasan dari KH Abdullah Gymnastiar

“Pada Hari Sumpah Pemuda ini, mari para pemuda bersama-sama kita refleksi diri. Dengan IPP yang berada di urutan 29 ini, menunjukan masyarakat Jabar banyak, pemudanya banyak tapi IPP masih kurang. Saya berharap, kita sama-sama evaluasi keberadaan kiprah para pemuda dalam pembangunan paska pandemi ini. Kami mendorong para pemuda untuk berprestasi, memperkaya literasi. Sebab harusnya pemuda paling depan, dalam memajukan ekonomi, kesehatan, keadilan dan lain-lain. Harus berprestasi di banyak bidang, jangan satu bidang saja. Bisa di science, olahraga dan lainnya. Saya harap, pemuda dapat bertanggungjawab terhadap masa depan negeri ini. Harus berani, percaya diri untuk tampil. Jangan hanya jadi penonton. Mulai jadi produktif, sesuai kebutuhan. Baik kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang. Pemuda harus pikirkan itu, apa yang bisa dikerjakan dan goal-nya apa,” katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Edukasi Masyarakat Investasi dan Saham

Tidak hanya itu, Ummi Siti berharap baik pemerintah pusat, provinsi hingga daerah dapat memberikan dukungan penuh terhadap para pemuda, dalam mengembangkan kreativitasnya yang bertujuan untuk pembangunan bangsa. Sebab menurutnya menilai tanpa dukungan yang baik, Indonesia hanya akan tetap sebagai penonton dan penikmat hasil produksi dari luar negeri.

“Contoh, dulu ketika Pak Habibie yang memiliki kemampuan dalam pengembangan teknologi penerbangan. Itu didukung penuh oleh Pak Soeharto selaku presiden. Semoga hari ini, presiden kita juga memberikan ruang kepada para pemuda dengan dukungan sistem dan regulasinya, untuk bisa berkembang. Tidak terus memanfaatkan hasil pemikiran orang luar negeri. Sebab saya yakin, pemuda kita pasti bisa asal gigih dan berani tampil. Jawa Barat dengan ekonomi kreatifnya bisa dikembangkan, memanfaatkan sumber daya alam yang diolah dengan kreativitasnya. Bisa akan maju, tidak hanya di regional, tetapi juga nasional bahkan internasional. Sebagai negara besar, kita harus bangga dan percaya diri,” harapnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, BOR Covid-19 di RS di Garut Tersisa 1,1%

“Para pemuda ini kan punya kemampuan yang beragam. Harus ada blend, dengan parameter yang harus diikuti. Manajemen organisasinya, leadership dan lainnya. Menjadi satu kesatuan inilah, yang nantinya menjadikan bangsa ini kuat dan maju di masa mendatang. Momentum pada saat sekarang yang harus didorong, untuk meloncat lebih tinggi,” imbuhnya.***


Editor : inilahkoran